Esportivonews.com – Raksasa ritel dunia, Walmart, akhirnya angkat bicara mengenai kekhawatiran publik terkait penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam menentukan harga barang. Di tengah maraknya isu diskriminasi harga berbasis data pribadi, Walmart memberikan jaminan tegas bahwa teknologi canggih ini tidak akan digunakan untuk memeras konsumen secara diam-diam.
Presiden sekaligus CEO Walmart, John Furner, menyampaikan komitmen ini secara langsung melalui surat terbuka kepada para pelanggan dan anggota setianya. Langkah ini diambil untuk meredam kecemasan masyarakat mengenai bagaimana data belanja, riwayat transaksi, hingga tingkat pendapatan seseorang dapat disalahgunakan oleh algoritma AI untuk menetapkan harga yang berbeda-beda bagi setiap individu.

Dalam pernyataannya, Furner menegaskan filosofi dasar perusahaan yang tetap konsisten meski teknologi terus berkembang. Ia menekankan bahwa kebijakan harga Walmart akan tetap sederhana dengan prinsip utama: "Kami menetapkan harga pada produknya, bukan pada orangnya."
Selama lebih dari lima dekade, Walmart telah memegang teguh model bisnis Every Day Low Prices. Strategi ini dirancang agar pelanggan mendapatkan harga yang stabil dan konsisten, sehingga mereka tidak perlu merasa was-was atau harus menunggu waktu tertentu demi mendapatkan harga termurah. Meskipun Walmart mengakui bahwa fluktuasi harga masih mungkin terjadi akibat biaya produksi atau logistik, perusahaan menjamin bahwa profil pribadi pelanggan tidak akan menjadi faktor penentu harga.
"Kami tidak menetapkan harga yang berbeda berdasarkan siapa Anda atau kapan waktu Anda berbelanja," tegas Furner. Ia menambahkan bahwa informasi mengenai pendapatan, riwayat belanja, tingkat urgensi kebutuhan, hingga kemampuan finansial seseorang tidak akan mengubah label harga di kasir. Baik Anda membeli kebutuhan pokok di siang hari yang terik maupun membeli barang elektronik dalam kondisi terburu-buru, harganya akan tetap sama.
Komitmen ini juga mencakup penggunaan asisten belanja berbasis AI milik mereka yang bernama Sparky. Walmart memastikan bahwa data yang dibagikan pelanggan saat berinteraksi dengan Sparky hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan untuk memanipulasi harga atau menyembunyikan produk yang lebih murah dari pandangan konsumen.
Selain masalah AI, Walmart juga menjelaskan mengenai implementasi label harga digital di rak-rak toko. Teknologi ini memungkinkan pembaruan harga secara elektronik tanpa harus mengganti label kertas secara manual. Menurut Furner, penggunaan label digital ini justru bertujuan untuk memastikan akurasi antara harga yang tertera di rak dengan harga yang muncul saat proses pembayaran di kasir, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja karyawan.
Sebagai langkah pengawasan, Walmart menyatakan bahwa keputusan harga tetap akan berada di bawah kendali manusia. Perusahaan berencana untuk terus memantau dan menguji sistem mereka guna memastikan teknologi yang digunakan tetap sejalan dengan janji transparansi tersebut. Di tengah tekanan ekonomi global yang membuat anggaran rumah tangga semakin ketat, langkah Walmart ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap integritas merek mereka.







