Esportivonews.com – Dunia olahraga intelektual baru saja dikejutkan oleh sebuah pencapaian fenomenal yang datang dari seorang gadis kecil asal London, Inggris. Bodhana Sivanandan, seorang siswi sekolah berusia 11 tahun, secara resmi telah mengukir sejarah baru sebagai pemain catur wanita termuda yang meraih gelar Grandmaster Wanita (WGM) di dunia.
Keberhasilan luar biasa ini diraih Bodhana saat ia mewakili tim nasional Inggris dalam ajang bergengsi Chess Olympiad yang diselenggarakan di Samarkand, Uzbekistan. Bertanding di papan utama tim Inggris, Bodhana menunjukkan ketenangan dan strategi yang melampaui usianya. Ia berhasil mengikuti seluruh 11 ronde pertandingan dan mengumpulkan delapan poin krusial yang menjadi syarat mutlak untuk mengamankan gelar Grandmaster tersebut.

Performa gemilang ini tidak hanya memberinya gelar sejarah, tetapi juga membawanya selangkah lebih dekat untuk meraih gelar International Master. Setelah turnamen berakhir, Bodhana mengungkapkan rasa syukurnya kepada badan pengatur catur dunia, FIDE. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah titik akhir dari ambisinya. "Saya senang bisa mencapainya, tetapi saya ingin terus melangkah maju dan terus mencetak sejarah, bukan sekadar berhenti di sini," ungkapnya dengan penuh semangat.
Perjalanan Bodhana menuju puncak dunia ternyata dimulai dari hal yang sangat sederhana. Dalam sebuah wawancara, ia menceritakan bahwa ketertarikannya pada catur bermula dari sebuah papan catur pemberian teman ayahnya. Awalnya, ia hanya menganggap bidak-bidak catur tersebut sebagai mainan biasa. Namun, atas dorongan sang ayah untuk mempelajari permainannya, ia mulai menekuni strategi di balik setiap langkah.
Bakat alami Bodhana sudah terlihat sejak usia dini. Pada usia tujuh tahun, ia telah memenangkan seluruh 24 pertandingan yang ia jalani di Kejuaraan Sekolah Eropa. Dua tahun kemudian, ia mencatatkan namanya sebagai atlet termuda yang mewakili Inggris dalam ajang internasional di bidang olahraga apa pun saat terpilih masuk tim Chess Olympiad di Budapest.
Kini, ia memegang rekor sebagai juara catur wanita termuda di Inggris dan pemain wanita termuda yang mampu menumbangkan seorang Grandmaster. Prestasi ini sekaligus memecahkan rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh Kateryna Lagno, yang meraih gelar serupa pada usia 12 tahun. Menariknya, semua pencapaian luar biasa ini ia raih sambil tetap menjalankan kewajibannya sebagai siswi sekolah penuh waktu. Bagi Bodhana, catur bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga sarana belajar yang membantu pemahamannya terhadap berbagai mata pelajaran di sekolah.







