Esportivonews.com – Dunia esports internasional tengah diguncang oleh drama besar yang melibatkan salah satu legenda hidup League of Legends, Luka "Perkz" Perkovi. Pemain veteran yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa ini baru saja kehilangan posisinya sebagai pelatih kepala di organisasi raksasa, G2 Esports. Namun, bukan karena performa di arena pertandingan, melainkan akibat pernyataan kontroversial yang ia unggah di media sosial.
Ketegangan ini memuncak setelah Perkz mengunggah sebuah pernyataan panjang di platform X (sebelumnya Twitter) yang berisi opini pribadi mengenai berbagai isu sensitif. Tulisan yang mencapai lebih dari 2.600 kata tersebut mencakup pandangan mengenai agama, politik, hingga isu aborsi. Dalam unggahannya, Perkz secara tegas menyatakan pandangannya mengenai aborsi yang ia sebut sebagai tindakan pembunuhan. Pernyataan ini langsung memicu gelombang kecaman dari netizen dan komunitas penggemar global.

Tak butuh waktu lama bagi manajemen G2 Esports untuk mengambil tindakan tegas. Hanya berselang beberapa jam setelah unggahan tersebut viral, G2 secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Perkz. CEO G2, Alban Dechelotte, menyatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Perkz tidak sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip yang dipegang oleh organisasi. Pihak G2 juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang merasa tersinggung oleh konten tersebut.
Menanggapi pemecatan tersebut, Perkz sempat memberikan respons singkat dengan mengunggah kutipan ayat dari Alkitab yang berbicara tentang bagaimana seseorang akan dibenci dan dipisahkan dari kelompoknya. Namun, drama ini mencapai babak baru ketika Perkz memutuskan untuk menghapus seluruh akun X miliknya secara permanen pada 6 November. Langkah ini membuat pernyataan kontroversialnya dan segala perdebatan yang terjadi di kolom komentar hilang dari peredaran.
Meski akun X miliknya telah lenyap, Perkz diketahui masih tetap aktif di platform lain seperti Instagram, Twitch, dan YouTube. Hingga saat ini, ia belum memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai alasan di balik penghapusan akun tersebut atau langkah karier selanjutnya setelah hengkang dari G2.
Di sisi lain, G2 Esports kini tengah berupaya memulihkan kondisi internal mereka. Organisasi tersebut menyatakan akan fokus melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran staf pelatih dan susunan pemain menjelang musim kompetisi mendatang. Penggemar kini menantikan bagaimana G2 akan bangkit dari skandal ini dan siapa sosok yang akan mengisi kekosongan posisi strategis yang ditinggalkan oleh sang legenda.







