Esportivonews.com – Kabar gembira bagi para gamer dan pengguna setia platform komunikasi Discord. Aplikasi yang sering menjadi teman setia saat mabar ini tengah menyiapkan perubahan besar-besaran guna meningkatkan performa dan efisiensi penggunaan perangkat. Discord berencana melakukan perombakan total pada aplikasi desktop maupun mobile mereka dengan beralih ke bahasa pemrograman Rust.
Langkah ambisius ini diambil untuk menjawab keluhan klasik pengguna mengenai konsumsi RAM yang dianggap terlalu boros. Selama ini, Discord dikenal cukup "berat" saat dijalankan secara bersamaan dengan aplikasi atau game lainnya. Dengan transisi teknologi ini, Discord menargetkan aplikasi mereka akan berjalan jauh lebih cepat dan jauh lebih hemat sumber daya sistem.

Stanislav Vishnevskiy, Co-founder sekaligus CTO Discord, mengungkapkan bahwa perusahaan sebenarnya sudah lama menggunakan Rust untuk infrastruktur dan teknologi suara mereka sejak tahun 2018. Namun, target utama mereka saat ini adalah menjadikan Rust sebagai fondasi utama di seluruh bagian aplikasi atau yang ia sebut sebagai "Holy Grail".
Perubahan ini bukan sekadar pembaruan tampilan, melainkan perubahan pada "jeroan" atau mesin utama aplikasi. Discord berencana meninggalkan kerangka kerja Electron yang selama ini digunakan pada versi desktop, serta meninggalkan React Native yang digunakan pada versi mobile. Sebagai gantinya, aplikasi mobile nantinya akan tetap mempertahankan antarmuka asli (native UI) namun akan berbagi kode aplikasi yang sama dengan versi desktop melalui Rust.
Untuk versi desktop, Discord tidak akan menggunakan Tauri, melainkan akan mengandalkan GPUI sebagai teknologi penggerak barunya. Perubahan arsitektur ini diharapkan mampu memangkas penggunaan memori secara drastis.
Sebagai bukti nyata, Vishnevskiy membagikan sebuah tangkapan layar dari Windows Task Manager yang menunjukkan proyek eksperimental mereka dengan nama "Discord Phoenix". Dalam gambar tersebut, Discord Phoenix hanya mengonsumsi sekitar 290 MB RAM. Angka ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan Google Chrome yang memakan 1,57 GB, Spotify sebesar 653 MB, atau Steam Client WebHelper yang mencapai 856 MB.
Meskipun data tersebut masih dalam tahap eksperimental, hal ini memberikan harapan besar bagi pengguna dengan spesifikasi PC menengah ke bawah agar tetap bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa takut mengalami lag atau penurunan FPS saat bermain game.
Upaya perbaikan performa ini sebenarnya bukan langkah pertama Discord. Sebelumnya, pada September 2024, perusahaan juga telah menguji coba fitur "Game Mode" yang secara otomatis mengurangi animasi dan efek visual saat pengguna sedang berada di dalam permainan untuk menghemat penggunaan CPU dan GPU.
Namun, jika Game Mode hanya bersifat optimasi fitur, transisi ke Rust ini adalah revolusi teknologi yang akan mengubah cara kerja Discord secara fundamental. Hingga saat ini, pihak Discord belum memberikan jadwal pasti kapan aplikasi hasil perombakan total ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas.







