Esportivonews.com – Dunia kuliner baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah insiden unik yang melibatkan pendiri Barstool Sports, Dave Portnoy. Pria yang dikenal melalui seri ulasan pizzanya yang populer, "One Bite", baru saja mengalami pengalaman yang jauh dari kata biasa. Alih-alih mendapatkan ulasan makanan yang tenang, sebuah upaya pemasaran agresif dari sebuah kedai pizza justru memicu kepanikan polisi di kediaman pribadinya.
Insiden ini bermula ketika Joseph’s Pizza Parlor, sebuah restoran legendaris di Northeast Philadelphia, mencoba segala cara untuk menarik perhatian Portnoy agar mau datang dan mencicipi menu mereka. Namun, strategi yang mereka gunakan justru berakhir dengan situasi mencekam yang melibatkan pihak kepolisian.

Dalam sebuah video ulasan yang diunggah pada 22 Oktober, Portnoy mengungkapkan bahwa staf restoran tersebut telah mengirimkan sebuah paket ke rumahnya di Saratoga Springs, New York. Paket tersebut dibungkus dalam kantong cokelat dengan sebuah pesan yang cukup provokatif: "El Presidente, King of the Scumbags. Go birds!"
Pesan tersebut sebenarnya adalah sebuah candaan internal. Portnoy selama bertahun-tahun sering menyebut penggemar olahraga Philadelphia dengan sebutan "scumbags" sebagai bentuk keakraban. Sayangnya, pihak kepolisian setempat tidak menangkap maksud humor tersebut.
"Polisi Saratoga tidak menganggap itu sebagai candaan. Mereka mengira seseorang telah meninggalkan bom di depan rumah saya," ujar Portnoy dengan nada heran.
Laporan mengenai paket mencurigakan tersebut membuat petugas kepolisian segera bertindak. Polisi harus melakukan prosedur pemeriksaan keamanan untuk memastikan tidak ada ancaman ledakan di properti tersebut. Setelah dipastikan aman, pihak kepolisian akhirnya memberikan catatan permintaan maaf kepada Portnoy atas kesalahpahaman yang terjadi akibat paket tersebut.
Meski sempat mengalami ketegangan akibat ancaman bom palsu tersebut, Portnoy justru merasa penasaran dan memutuskan untuk mengunjungi langsung Joseph’s Pizza Parlor. Ia ingin membuktikan apakah rasa pizza mereka sebanding dengan keributan yang telah ditimbulkan.
Hasilnya sungguh mengejutkan. Meskipun Portnoy mengaku sudah merasa sangat kenyang karena telah melakukan tujuh ulasan pizza pada hari yang sama, ia tetap memberikan pujian setinggi langit untuk restoran tersebut. Ia sangat terkesan dengan tekstur sourdough crust dan suasana klasik yang ditawarkan oleh kedai tersebut.
"Pinggirannya luar biasa! Pizzanya sangat enak, bagian dalamnya juga mantap. Saya sampai ingin duduk dan makan malam lengkap di sini," puji Portnoy. Ia akhirnya memberikan skor tinggi, yakni 8,1 dari 10, yang disambut dengan sorak-sorai meriah oleh seluruh staf restoran.
Insiden ini menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh ulasan Portnoy. Meskipun cara pemasaran Joseph’s Pizza melalui paket mencurigakan bukanlah metode yang konvensional, hasil akhirnya justru memberikan dampak positif bagi reputasi mereka. Kini, Joseph’s Pizza tidak hanya dikenal karena insiden "paket mencurigakan", tetapi juga karena kualitas rasa yang mampu memuaskan lidah salah satu kritikus pizza paling berpengaruh di dunia.







