Esportivonews.com – Dunia teknologi dan konsol gim kembali diguncang oleh kabar mengejutkan terkait keamanan perangkat keras terbaru dari Nintendo. Seorang peneliti keamanan siber baru saja mengklaim telah berhasil melakukan jailbreak pada konsol generasi terbaru, Nintendo Switch 2. Tidak hanya sekadar membobol sistem, peretas ini bahkan melakukan demonstrasi yang sangat unik dengan memasukkan karakter populer Hatsune Miku ke dalam dunia Mario Kart.
Kejadian ini menjadi sorotan tajam karena Nintendo selama setahun terakhir dikenal sangat agresif dalam memerangi pembajakan. Perusahaan asal Jepang tersebut tidak segan-segan membawa kasus ke ranah hukum, termasuk kasus besar pada September lalu di mana seorang moderator Reddit dihukum membayar jutaan dolar terkait pembajakan gim Switch. Namun, kali ini ancaman datang dari celah yang tidak terduga.

Peneliti yang dikenal dengan nama samaran "pepsipu" atau Sammy Hajhamid, mengumumkan penemuan eksploitasi bernama ns2jb melalui platform X. Dalam laporannya, Hajhamid menjelaskan bahwa ia berhasil menemukan celah pada firmware versi 23.0.1 milik Switch 2. Yang menarik, metode jailbreak ini bersifat software-only atau hanya berbasis perangkat lunak, yang berarti tidak memerlukan modifikasi fisik pada mesin konsol.
Proses pembobolan ini bermula dari sebuah gim pemrograman berjudul SmileBASIC 4. Meskipun gim tersebut merupakan judul lama untuk Switch generasi pertama, gim tersebut ternyata juga dapat dijalankan di konsol Switch 2 yang lebih baru. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dari OpenAI Codex, Hajhamid menemukan kerentanan dalam kode gim tersebut. Dari sana, ia mengembangkan eksploitasi hingga berhasil menembus layanan sistem utama konsol.
Sebagai bukti keberhasilan, Hajhamid melakukan eksperimen visual yang mencengangkan. Ia memodifikasi gim Mario Kart World dengan memasukkan karakter-karakter yang tidak seharusnya ada di sana, mulai dari Cinnamoroll, Peter Griffin, hingga penyanyi virtual Hatsune Miku. Hajhamid menyebutkan bahwa proses modifikasi karakter tersebut hanya memakan waktu satu hari melalui metode vibecoding, sementara proses teknis pembobolan sistem membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Menanggapi insiden ini, muncul laporan bahwa gim SmileBASIC 4 tiba-tiba menghilang dari Nintendo eShop di wilayah Amerika Serikat dan Eropa. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah Nintendo atau pengembang gim, SmileBoom, yang menarik gim tersebut dari peredaran. Di Jepang sendiri, gim tersebut dilaporkan masih tersedia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Nintendo belum memberikan pernyataan resmi terkait keberhasilan jailbreak ini. Perlu dicatat bahwa metode yang ditemukan Hajhamid saat ini masih bersifat tethered, yang berarti sistem akan kembali normal setiap kali konsol dimatikan. Namun, hal ini tetap menjadi peringatan keras bagi Nintendo, mengingat dalam perjanjian pengguna mereka, perusahaan berhak membuat konsol menjadi tidak dapat digunakan secara permanen jika terdeteksi adanya upaya bypass keamanan.







