Esportivonews.com – Suasana di dalam UBS Arena mendadak berubah menjadi penuh haru dan kekaguman saat seorang pria lanjut usia melangkah ke tengah lapangan. Bukan sekadar penonton biasa, pria tersebut adalah Staff Sergeant Dominick Critelli, seorang veteran Perang Dunia II yang kini telah menginjak usia 105 tahun. Dengan penuh semangat, ia mengangkat saksofonnya dan mulai memainkan lagu kebangsaan Amerika Serikat, "The Star-Spangled Banner", yang memukau ribuan pasang mata.
Penampilan Critelli bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah penghormatan bagi sejarah dan patriotisme yang mendalam. Sebelum terjun ke medan perang, Critelli sebenarnya adalah seorang musisi berbakat yang menempuh pendidikan di New York University (NYU). Bakat musiknya inilah yang kemudian menjadi penghibur bagi rekan-rekan sesama prajurit dalam berbagai acara dansa militer maupun pidato penting selama masa perang.

Kehadiran Critelli di arena pertandingan NHL (National Hockey League) tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan. Setelah sebelumnya tampil memukau pada Desember 2025, ia kembali diundang untuk tampil dalam pertandingan antara tim Islanders melawan New Jersey. Kehadirannya disambut dengan riuh rendah tepuk tangan dari pendukung kedua tim yang biasanya bersaing ketat, namun kaliin ini mereka bersatu dalam rasa hormat.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan usianya yang luar biasa, pihak penyelenggara memberikan kejutan spesial. Critelli dipersembahkan sebuah jersei kustom dengan nomor punggung 105. Penyerahan jersei tersebut dilakukan langsung oleh legenda tim Islanders, Butch Goring, sebelum sang veteran memulai alunan musiknya.
Riwayat hidup Critelli bukanlah sosok sembarangan. Ia adalah seorang penerima Air Medal dan tiga kali dianugerahi Bronze Star. Tak hanya itu, jasa-jasanya dalam membebaskan Prancis dari pendudukan Nazi membuatnya dianugerahi gelar ksatria oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada tahun 2024. Pengalaman hidup yang penuh perjuangan ini terpancar kuat dalam setiap nada yang ia tiupkan melalui saksofonnya.
Reaksi publik pun meledak, baik di dalam stadion maupun di jagat maya. Di platform YouTube, banyak netizen yang merasa tersentuh dengan penampilan tersebut. Beberapa komentar menyebutkan bahwa melihat sosok berusia 105 tahun yang masih bersemangat adalah sebuah inspirasi besar. Ada pula yang mengaku meneteskan air mata karena melihat wujud nyata dari rasa patriotisme yang begitu tulus.
Dalam sebuah wawancara dengan The New York Post, Critelli mengungkapkan alasan mendalam di balik kecintaannya terhadap tanah air. Ia menyatakan bahwa tidak ada negara lain di dunia ini yang mampu memberikan apa yang telah diberikan Amerika Serikat kepadanya. Baginya, rasa cinta terhadap negaranya adalah sesuatu yang mutlak dan tidak akan pernah berubah. Momen di UBS Arena tersebut menjadi bukti bahwa semangat dan dedikasi tidak akan pernah luntur oleh usia.







