Misi Menghidupkan Kembali Mammoth Melambat

Bagoes anwar

Misi Menghidupkan Kembali Mammoth Melambat

Esportivonews.com – Ambisi besar untuk menghidupkan kembali spesies yang telah lama punah kini menghadapi tantangan teknis yang tidak terduga. Colossal Biosciences, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Dallas, secara resmi mengumumkan penundaan jadwal kelahiran bayi mammoth pertama mereka. Jika sebelumnya target kelahiran dipatok pada tahun 2028, kini proyek ambisius ini diperkirakan baru akan membuahkan hasil pada awal dekade 2030-an.

Perubahan jadwal ini mengejutkan banyak pihak yang sebelumnya menantikan keajaiban sains ini. Pada rencana awal, perusahaan menargetkan proses kehamilan terjadi pada tahun 2027 dengan kelahiran setahun setelahnya. Namun, realitas di laboratorium menunjukkan bahwa kompleksitas genetika jauh lebih rumit dari yang dibayangkan sebelumnya.

Misi Menghidupkan Kembali Mammoth Melambat
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

CEO Colossal Biosciences, Ben Lamm, memberikan pernyataan kepada media TIME mengenai ketidakpastian jadwal tersebut. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki tanggal pasti kapan proses ini akan selesai. "Kami memperkirakan hal itu akan terjadi di awal tahun 2030-an. Kami tidak menetapkan tanggal kaku, tidak di tahun 2036, tapi juga tidak tepat di tahun 2030," ungkap Lamm.

Penyebab utama penundaan ini adalah skala modifikasi genetik yang sangat masif. Pada awalnya, tim peneliti memperkirakan hanya perlu melakukan penyuntingan pada 65 gen untuk mengubah sel gajah menjadi sesuatu yang menyerupai mammoth. Namun, seiring dengan pendalaman riset, kebutuhan tersebut melonjak drastis. Saat ini, mereka memperkirakan perlu melakukan penyuntingan pada lebih dari 150 gen untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Untuk mengatasi kerumitan tersebut, Colossal tidak hanya mengandalkan teknologi penyuntingan gen CRISPR, tetapi juga mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam seluruh proyek mereka. Penggunaan AI sangat krusial untuk memetakan perubahan genetik yang sangat kompleks agar tetap akurat. Proyek ini bukan satu-satunya fokus mereka; perusahaan ini juga tengah mengerjakan upaya de-ekstingsi untuk burung Dodo, Harimau Tasmania, hingga burung Moa yang raksasa.

Penting untuk dicatat bahwa hasil akhirnya nanti bukanlah salinan persis dari hewan purba tersebut. Colossal menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menciptakan "gajah tahan dingin" yang memiliki sifat biologis utama dari mammoth. Secara teknis, mereka menggunakan DNA gajah Asia sebagai basis, mengingat keduanya memiliki kemiripan DNA hingga 99,6 persen.

Meski mengalami penundaan, Colossal tetap mencatat beberapa pencapaian penting. Mereka telah berhasil mengembangbiakkan 38 tikus berbulu mammoth yang membawa gen rambut mammoth, serta berhasil mengidentifikasi gen yang bertanggung jawab atas ukuran telinga mammoth yang kecil. Pendekatan serupa juga telah diterapkan pada proyek serigala Dire yang mereka umumkan pada tahun 2025. Selain itu, proyek burung Moa juga menunjukkan kemajuan dengan keberhasilan menetaskan anak burung dari telur hasil cetakan 3D. Walaupun harus menunggu lebih lama, dunia tetap menanti apakah teknologi ini benar dapat mengubah sejarah kehidupan di Bumi.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar