Nostalgia PC Jadul Temukan Rahasia Tersembunyi

Bagoes anwar

Nostalgia PC Jadul Temukan Rahasia Tersembunyi

Esportivonews.com – Dunia gaming modern saat ini memang menawarkan grafis yang memukau dan teknologi yang sangat canggih. Namun, bagi sebagian pemain, kemajuan ini justru terasa melelahkan karena harga perangkat keras yang semakin melambung tinggi dan kompleksitas yang berlebihan. Fenomena ini mendorong seorang YouTuber bernama TrashBench untuk melakukan sebuah eksperimen unik: kembali ke masa lalu dengan merakit ulang komputer masa kecilnya dari tahun 1996.

Proyek ambisius ini bukan sekadar merakit komputer biasa, melainkan sebuah perjalanan nostalgia untuk membangkitkan kembali memori masa kecil yang indah. TrashBench mengungkapkan bahwa kecintaannya pada dunia PC gaming bermula saat ia berusia 11 tahun, setelah melihat permainan Need for Speed Special Edition berjalan mulus di komputer sepupunya. Sejak saat itu, ia bermimpi memiliki mesin serupa.

Nostalgia PC Jadul Temukan Rahasia Tersembunyi
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, TrashBench menghabiskan waktu berbulan-bulan mencari komponen-komponen antik yang sudah langka. Ia harus memutar otak dan menjelajahi berbagai platform seperti Facebook Marketplace, eBay, hingga toko barang bekas lokal demi mendapatkan suku cadang yang otentik. Hasilnya, ia berhasil menyusun sebuah mesin yang sangat akurat dengan spesifikasi tahun 90-an, lengkap dengan prosesor Pentium 200MHz, RAM 32MB, dan kartu suara legendaris Sound Blaster 16.

Namun, di tengah proses perakitan tersebut, sebuah kejutan tak terduga muncul dari sebuah hard disk tua yang ia gunakan untuk proyek ini. Saat mencoba memeriksa isi penyimpanan tersebut, ia tidak hanya menemukan data lama, tetapi juga jejak kehidupan orang asing.

"Ada tugas sekolah sains milik seseorang dari tahun 2001 dan kode cheat untuk game Doom 2 di dalamnya," ungkap TrashBench dalam videonya. Penemuan ini sempat membuatnya merasa canggung. Ada rasa tidak nyaman untuk sekadar menghapus file-file pribadi milik orang asing yang telah tersimpan selama lebih dari dua dekade tersebut. Alih-alih melakukan format total, ia memilih untuk menginstal Windows 95 pada drive terpisah agar bisa menjalankan game klasik seperti Need for Speed dan Duke Nukem 3D.

Dalam upayanya mengejar performa visual yang pas, ia juga melakukan eksperimen dengan kartu akselerator 3D jadul. Setelah melakukan riset, ia akhirnya memilih Matrox Mystique seharga 100 dolar, setelah menyadari bahwa kartu 3dfx Voodoo yang sangat ikonik kini dibanderol dengan harga fantastis mencapai 1.000 dolar atau sekitar 15 juta rupiah.

Pada akhirnya, proyek ini memberikan pelajaran berharga bagi sang kreator. Melalui mesin tua ini, ia kembali menemukan esensi murni dari bermain game. Ia mengaku sering kali merasa "tersesat" dalam keseruan permainan selama berjam-jam, sebuah perasaan yang mungkin mulai hilang di tengah hiruk-pikuk industri gaming modern yang serba cepat dan penuh tekanan.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar