Data Jutaan Pengguna Discord Terancam Bocor

Bagoes anwar

Data Jutaan Pengguna Discord Terancam Bocor

Esportivonews.com – Dunia keamanan siber kembali diguncang oleh insiden kebocoran data besar-besaran yang menargetkan pengguna platform komunikasi populer, Discord. Kali ini, serangan siber tidak langsung menyerang infrastruktur utama Discord, melainkan menyasar salah satu bot keamanan pihak ketiga yang sangat populer, yakni Double Counter. Insiden ini memicu kekhawatiran serius karena data sensitif milik jutaan pengguna kini berada di tangan peretas.

Double Counter sebenarnya memiliki peran krusial dalam menjaga integritas komunitas di Discord. Bot ini bertugas mencegah masuknya akun palsu atau "alt accounts" dengan cara memverifikasi identitas pengguna. Ironisnya, fungsi utama bot ini justru menjadi celah maut; karena tugasnya adalah memverifikasi, bot ini menyimpan catatan alamat IP dari setiap anggota yang melakukan verifikasi di lebih dari 600.000 komunitas.

Data Jutaan Pengguna Discord Terancam Bocor
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Berdasarkan laporan insiden yang dirilis oleh pemilik Double Counter, Tellter, pada awal Oktober, peretas berhasil menyusup dan menyedot sekitar 12 GB data dari salah satu basis data mereka hanya dalam waktu 25 menit. Skala kebocoran ini sangat masif, mencakup data yang terhubung dengan sekitar 28 juta akun Discord. Informasi yang dicuri meliputi nama pengguna, alamat IP, hingga lokasi kasar pengguna yang mencakup detail kota serta penyedia layanan internet (ISP) yang digunakan.

Lebih buruk lagi, peretas juga berhasil menyalin sekitar satu juta alamat email secara utuh. Meskipun tim teknis Tellter telah bertindak cepat untuk memutus akses peretas, mereka tidak dapat memastikan secara pasti berapa banyak data yang berhasil dibawa lari. Oleh karena itu, perusahaan mengambil langkah preventif dengan menganggap seluruh data tersebut telah terekspos.

Investigasi awal menunjukkan bahwa peretas masuk melalui sebuah server lama yang sudah tidak digunakan namun lupa dimatikan. Server usang tersebut ternyata masih menjalankan perangkat lunak dengan celah keamanan yang sudah diketahui publik. Server "terlupakan" inilah yang menjadi pintu masuk utama bagi peretas untuk mendapatkan kunci akses ke sistem aktif Double Counter. Peretas bahkan sempat mencuri kata sandi akses bot ke Discord, dan secara mengejutkan, berhasil mencuri kata sandi baru hanya dua menit setelah staf keamanan mencoba menggantinya.

Tidak berhenti di situ, serangan ini juga berdampak pada kerugian finansial. Peretas menemukan kunci pembayaran untuk Atis, produk lain dari Tellter, dan melakukan transaksi ilegal menggunakan kartu perusahaan senilai total $7.316 atau sekitar Rp115 juta.

Menanggapi situasi ini, pihak Discord telah mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa meskipun ini bukan kebocoran langsung pada sistem Discord, mereka telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan instalasi baru untuk aplikasi Double Counter sementara investigasi mendalam dilakukan.

Bagi para pengguna Discord, terutama mereka yang pernah menggunakan layanan Double Counter, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. Tellter telah melaporkan kejadian ini ke otoritas pengawas data di Prancis dan sedang menempuh jalur hukum pidana. Pengguna disarankan untuk sangat berhati-hati terhadap upaya phishing atau pesan mencurigakan yang masuk melalui email, karena alamat email mereka kini telah berada di tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar