Esportivonews.com – Dunia media sosial kembali diguncang oleh manuver besar dari Meta. Setelah bertahun-tahun fokus bertarung melawan dominasi TikTok melalui fitur Reels, Instagram kini secara agresif mengalihkan pandangannya ke arah YouTube. Tidak tanggung-tanggung, raksasa teknologi ini dilaporkan tengah menyiapkan dana fantastis untuk membujuk para kreator konten video berdurasi panjang agar mau merambah platform mereka.
Berdasarkan laporan terbaru, Instagram tengah menawarkan kontrak bernilai sangat tinggi kepada sejumlah YouTuber terpilih. Angka yang ditawarkan pun sangat menggiurkan, mulai dari kisaran US$50.000 atau sekitar Rp780 juta, hingga mencapai angka fantastis US$500.000 atau setara dengan Rp7,8 miliar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat fitur video horizontal terbaru mereka yang mampu menampung durasi hingga 90 menit.

Menariknya, strategi yang dijalankan Instagram kali ini berbeda dengan pendekatan eksklusivitas yang biasanya diterapkan oleh platform lain. Jika biasanya sebuah platform akan meminta kreator untuk meninggalkan platform lama, Instagram justru memberikan kelonggaran. Para YouTuber yang menerima tawaran ini tidak diwajibkan untuk berhenti mengunggah konten di YouTube.
Syarat utamanya tergolong cukup sederhana namun menantang. Para kreator hanya diminta untuk mengunggah video berdurasi panjang mereka ke Instagram pada hari yang sama saat video tersebut dirilis di YouTube. Hal ini menjadi peluang emas bagi para kreator untuk mendapatkan pendapatan tambahan yang masif hanya dengan mendistribusikan konten yang memang sudah mereka produksi.
Pihak Meta sendiri telah mengonfirmasi kepada media bahwa mereka memang memberikan pendanaan langsung kepada sejumlah kreator. Meski demikian, perusahaan enggan membeberkan rincian kontrak secara spesifik dengan alasan kerahasiaan. "Detail mengenai kesepakatan tersebut bersifat rahasia, namun kami sangat antusias melihat konten-konten tersebut segera tayang," ujar juru bicara Meta.
Langkah ini seolah menjadi upaya kedua Instagram untuk menguasai pasar video durasi panjang setelah kegagalan fitur IGTV pada tahun 2022 silam. Kali ini, Instagram tampak lebih serius dengan mencoba merekrut talenta-talenta mapan yang sudah memiliki basis massa besar di YouTube.
Persaingan memperebutkan talenta digital ini memang sedang memanas. Sebelumnya, YouTube juga dilaporkan telah menawarkan kontrak bernilai jutaan dolar agar para kreatornya tidak berpindah ke layanan streaming seperti Netflix. Namun, Instagram mengambil jalan tengah dengan menawarkan insentif tanpa menuntut eksklusivitas, sebuah strategi yang dianggap lebih ramah bagi ekosistem kreator.
Meski demikian, masih ada satu tantangan besar bagi komunitas kreator secara luas. Hingga saat ini, Instagram belum memiliki sistem monetisasi jangka panjang yang stabil seperti YouTube Partner Program yang memungkinkan pembagian keuntungan iklan secara rutin. Kepala Instagram, Adam Mosseri, mengakui bahwa perusahaan saat ini tengah mengeksplorasi berbagai cara untuk memberikan kompensasi yang adil bagi para kreator video durasi panjang. Untuk saat ini, kucuran dana besar tersebut tampaknya masih terbatas pada segelintir kreator elit saja.







