Esportivonews.com – Dunia virtual kembali diguncang oleh kontroversi yang melibatkan salah satu talenta populer dari agensi VTuber ternama, Nijisanji. Ars Almal, seorang VTuber asal Jepang, kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah terjerat skandal terkait perilaku tidak menyenangkan terhadap pemain lain saat melakukan siaran langsung permainan Splatoon 3.
Masalah ini mencuat ke permukaan setelah potongan video dari siaran langsungnya pada 11 September lalu beredar luas di media sosial. Dalam cuplikan tersebut, Almal terlihat melontarkan kritik tajam kepada rekan satu timnya setelah mereka mengalami kekalahan dalam mode Bankara Match. Almal menuduh pemain tersebut bermain dengan buruk dan secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk melaporkan (report) pemain tersebut ke sistem pengembang.

Gelombang kecaman mulai membanjiri platform X (sebelumnya Twitter) ketika para pengguna internet mulai menyoroti tindakan Almal yang dianggap semena-mena. Salah satu pengguna X mengkritik keras tindakan Almal yang melakukan serangan verbal kepada rekan setimnya hanya karena performa permainan yang dianggap tidak memuaskan, yang kemudian diikuti dengan laporan palsu.
Ketegangan semakin memuncak saat penonton mencoba memberikan perspektif lain. Dalam video tersebut, terlihat bahwa nama pengguna (username) pemain yang dikritik Almal sebenarnya mengindikasikan bahwa ia sedang dalam tahap latihan. Namun, alih-alih memahami situasi tersebut, Almal justru merespons dengan nada sinis dan mempertanyakan apakah hal itu bisa dijadikan alasan. Tindakan ini dianggap sangat tidak etis oleh komunitas gamer, mengingat setiap pemain memiliki tingkat kemahiran yang berbeda-beda.
Kecurigaan publik juga sempat mengarah pada hilangnya arsip siaran langsung Almal pada 25 Oktober. Almal sempat memberikan alasan yang dianggap janggal dengan mengatakan bahwa arsip tersebut "hilang dalam kegelapan karena ia bersin". Hal ini memicu spekulasi bahwa ia sengaja menyembunyikan konten tersebut untuk menghindari kritik yang terus bermunculan, meskipun ada laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa ia memang sering mengubah pengaturan siaran menjadi privat.
Menanggapi badai kritik yang menerjang, Ars Almal akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun X miliknya pada 27 Oktober. Dalam permintaan maaf yang cukup panjang, ia mengakui kesalahannya. "Saya juga melakukan pelaporan secara sembarangan terhadap gaya permainan orang-orang yang bertemu saya dalam pertandingan di siaran langsung sebelumnya," tulisnya.
Almal menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para pemain yang terlibat, para penonton, serta para penggemar setianya. Ia menyatakan penyesalan yang besar karena telah mengecewakan audiens dan menciptakan rasa tidak nyaman di tengah komunitas.
Meski demikian, permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya meredam kemarahan netizen. Banyak pihak menilai bahwa tindakan melaporkan pemain hanya karena perbedaan gaya bermain adalah hal yang sangat fatal. Para kritikus menekankan bahwa mode permainan seperti Turf War dan Bankara Match memiliki fungsi yang berbeda, di mana satu sisi bisa menjadi tempat belajar bagi pemain baru.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para konten kreator mengenai pentingnya etika dalam bermain game kompetitif. Berdasarkan panduan kreator dari Nintendo, tindakan yang sengaja mengganggu progres permainan multiplayer serta pernyataan yang bersifat menghina dapat dikategorikan sebagai konten yang tidak pantas dan melanggar aturan komunitas.







