Teror Hacker Targetkan Stok Darah di Prancis

Bagoes anwar

Teror Hacker Targetkan Stok Darah di Prancis

Esportivonews.com – Dunia medis global baru saja dikejutkan oleh sebuah upaya sabotase digital yang sangat berbahaya. Sekelompok peretas (hacker) dilaporkan mencoba merusak stok darah di Prancis dengan cara meretas sistem pendingin penyimpanan plasma darah. Bukan sekadar merusak, para pelaku mencoba mengatur suhu freezer penyimpanan hingga mencapai titik didih yang ekstrem.

Insiden mengerikan ini menargetkan tiga fasilitas penyimpanan dingin yang dikelola oleh French Blood Establishment (EFS) pada awal November lalu. Berdasarkan laporan investigasi, para peretas mencoba mengubah pengaturan suhu dari kondisi normal penyimpanan plasma, yakni sekitar -30 derajat Celsius, menjadi suhu di atas 110 derajat Celsius. Jika serangan ini berhasil, stok plasma darah yang sangat vital untuk transfusi dan pengobatan medis bisa hancur seketika akibat panas yang luar biasa.

Teror Hacker Targetkan Stok Darah di Prancis
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Beruntung, serangan ini terdeteksi tepat waktu. Sistem pemantauan dan alarm otomatis di fasilitas tersebut bekerja dengan sangat baik. Sebelum suhu mencapai titik yang diprogramkan oleh peretas, petugas keamanan siber dan staf medis segera menyadari adanya anomali pada sistem pendingin. EFS dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa tidak ada produk darah yang rusak dan tidak ada dampak kesehatan yang ditimbulkan bagi masyarakat.

Staf di lapangan bergerak cepat dengan mengamankan atau memindahkan plasma yang terdampak ke lokasi lain yang lebih aman. Langkah sigap ini memastikan bahwa layanan pengumpulan dan distribusi darah tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti. Meski demikian, insiden ini menjadi alarm keras bagi keamanan infrastruktur kesehatan di seluruh dunia.

Serangan terhadap bank darah ini ternyata bukan kejadian tunggal. Pola serangan serupa sebelumnya telah menghantam sektor ritel di Eropa. Beberapa waktu lalu, peretas melakukan aksi serupa terhadap lemari pendingin di berbagai supermarket besar di Eropa. Serangan tersebut memaksa para pengecer membuang berton-ton bahan makanan yang telah busuk akibat suhu yang melonjak drastis.

Salah satu dampak finansial terbesar datang dari operator supermarket Belanda, Ahold Delhaize, yang memperkirakan kerugian akibat serangan siber pada rantai pasok makanan bisa mencapai angka yang sangat fantastis. Di Prancis sendiri, serangan pada supermarket sebelumnya telah menyebabkan kerusakan stok makanan di ratusan toko.

Penyelidikan saat ini tengah dilakukan oleh otoritas keamanan siber Prancis bersama Kementerian Kesehatan setempat. Perusahaan penyedia peralatan pendingin, Coolworld, juga terlibat dalam investigasi ini setelah diketahui bahwa perangkat mereka menjadi target. Mereka menyatakan bahwa celah keamanan tersebut kemungkinan berasal dari komponen pihak ketiga.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah serangan terhadap bank darah ini memiliki keterkaitan langsung dengan serangan supermarket, atau siapa dalang di balik aksi sabotase ini. Namun, otoritas keamanan internasional seperti FBI di Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan keras mengenai ancaman serupa yang dapat memicu kerusakan inventaris hingga risiko kebakaran akibat malfungsi sistem pendingin.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar