eSportivo Fortnite – Dunia Valorant diguncang oleh kemunculan seorang cheater misterius yang mendadak viral. Bukan sembarang cheater, ia menjelma menjadi versi jahat dari meme populer ‘Tung Tung Tung Sahur’ dan dalam sekejap mata, melenyapkan seluruh tim lawan! Ini bukan lagi sekadar pertandingan biasa, ini adalah invasi yang mengancam integritas kompetitif.
Bagi yang belum tahu, Tung Tung Tung Sahur adalah karakter kayu hasil AI yang meledak menjadi fenomena ‘brainrot meme’ paling ikonik di tahun 2025. Popularitasnya bahkan merambah ke game-game besar seperti Fortnite dan Roblox, meski sempat ditarik dari ‘Steal a Brainrot’ karena masalah hak cipta. Kini, ia kembali, namun dengan aura yang jauh lebih gelap dan tujuan yang lebih jahat: mendominasi Valorant dengan cara curang.

Versi ‘Tung Tung’ yang lebih menyeramkan ini kini dilaporkan telah menginvasi medan pertempuran Valorant. Dengan bantuan cheat canggih, ia mampu melihat musuh menembus tembok dan melenyapkan mereka secara otomatis dalam hitungan detik. Benar-benar mimpi buruk bagi setiap pemain yang berharap bermain secara adil.
Cuplikan video yang dibagikan oleh Valorant Tactic, yang diduga direkam dari sudut pandang sang cheater, memperlihatkan model ‘Tung Tung’ berwarna gelap menggantikan tampilan senjata standar di layar. Ini bukan lagi sekadar meme lucu, ini adalah ancaman nyata yang membuat komunitas bertanya-tanya: seberapa jauh para cheater bisa melangkah?
Begitu ronde pertama dimulai, siluet musuh langsung terlihat menembus dinding, diikuti garis bidik berwarna-warni yang membentang di seluruh peta. Dalam sekejap mata, kelima lawan tumbang, dan ‘Ace’ pun diraih dengan mudahnya. Sebuah tontonan yang membuat geleng-geleng kepala sekaligus merinding. Video kemudian beralih ke pertandingan kedua di peta yang berbeda, dan skenario yang sama terulang kembali. ‘Tung Tung’ melesat ke arah tim lawan, dan feed kill langsung penuh dalam sekejap, menandakan ‘Ace’ kedua yang tak kalah cepatnya.
Meskipun cuplikan ini jelas menunjukkan ‘wallhack’ dan ‘aimbot’ otomatis, jenis perangkat lunak yang digunakan masih menjadi misteri. Belum jelas juga apakah model ‘Tung Tung’ ini terlihat oleh pemain lain atau hanya muncul di layar sang cheater. Namun, dampaknya sudah terasa, memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas.
Klip ini semakin viral setelah analis Valorant, vladk0r, membagikannya ulang dengan caption yang menusuk: "kernel level anticheat vs tung tung tung cheat-hur." Sebuah sindiran tajam yang langsung menyasar jantung sistem keamanan game. Unggahan vladk0r ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan Presiden Valorant Esports, Leo Faria, yang sebelumnya sempat menenangkan kekhawatiran tentang integritas kompetitif seiring dengan semakin banyaknya turnamen VCT yang beralih ke format online di tahun 2027.
Faria menegaskan, "Semua perlindungan yang sama masih berlaku, termasuk anti-cheat tingkat kernel kami." Ia bahkan menambahkan ancaman serius: pemain yang kedapatan curang di kualifikasi online bisa langsung dicoret dari partisipasi VCT. Namun, vladk0r kemudian mengangkat kekhawatiran yang lebih mendalam: bagaimana jika tim-tim pro bertemu cheater seperti ‘Tung Tung’ ini di tengah-tengah bracket turnamen?
Sebelumnya, Leo Faria melalui akun X-nya (@lhfaria) pada 8 September 2026, sempat menyampaikan: "Saya memahami kekhawatiran Anda seputar integritas kompetitif dengan lebih banyak pertandingan online di VCT tahun depan. Kami akan segera berbagi lebih banyak tentang semua langkah yang kami lakukan untuk melindunginya. Tapi ada satu hal penting yang perlu dipahami: online tidak berarti anonim. Jika Anda curang di ranked…". Sebuah janji yang kini diuji oleh fenomena ‘Tung Tung’ ini.
Vladk0r menulis, "Bayangkan kalah dari tim dengan kecurangan seperti ini, hanya untuk mengetahui mereka di-banned beberapa ronde kemudian." Ia berargumen bahwa kerugian sudah terjadi, dan momentum tim yang jujur bisa hancur sebelum Riot Games sempat mendiskualifikasi tim pelaku. Ini adalah skenario terburuk bagi setiap kompetitor yang berjuang keras.
Riot sendiri baru-baru ini memperkenalkan mode ‘on-demand’ opsional untuk Vanguard, sistem anti-cheat tingkat kernel mereka yang cukup kontroversial. Developer juga mengakui bahwa mereka menghadapi "lebih banyak aset cheat dari sebelumnya," seiring dengan kemudahan pembuatan cheat berkat alat pengkodean AI. Pertarungan ini semakin sengit, dan masa depan eSports Valorant sangat bergantung pada kemampuan Riot untuk tetap selangkah di depan.
Meski begitu, Riot tetap optimis bahwa Vanguard mampu mengimbangi. Mereka mengklaim sistem ini bekerja dengan mendeteksi metode yang digunakan untuk menyuntikkan cheat ke dalam komputer, bukan hanya mencoba mengidentifikasi setiap program cheat secara individual. Sebuah pendekatan yang ambisius, namun krusial dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Kabar baiknya, Direktur Anti-Cheat Riot, Phillip Koskinas, akhirnya angkat bicara menanggapi rekaman viral ini. Ia mengonfirmasi bahwa akun yang terlibat sebenarnya sudah di-banned bahkan sebelum klip tersebut meledak di jagat maya. Dalam unggahan pada 9 September, Koskinas menyebutkan ID akun tersebut adalah FaeL o Anacondo#br1, yang telah di-banned pada 3 September setelah hanya bermain tiga pertandingan. Ia bahkan meremehkan cheat yang digunakan, menyebutnya ‘Sysinfo’ dan mengategorikannya sebagai ‘lowskill vibeslop.’
Melalui akun X-nya (@deteccphilippe), Koskinas merinci: "Riot ID: FaeL o Anacondo#br1. Di-banned: 2026-09-03. Jumlah Game Dimainkan: 3. Nama Cheat: ‘Sysinfo’ (lowskill vibeslop). Menyembunyikan Riot ID: Sia-sia. Kami bisa mendeteksi apa pun seiring waktu, tapi VAL adalah game gratis." Ia juga setuju bahwa postur pencegahan harus ditingkatkan, terutama untuk kualifikasi terbuka. Ini menunjukkan bahwa Riot tidak tinggal diam dan terus berupaya melindungi ekosistem game mereka.
Jadi, akun cheater ini memang sudah di-banned enam hari sebelum videonya viral. Namun, poin pentingnya adalah Koskinas juga mengakui perlunya peningkatan perlindungan preventif untuk kualifikasi terbuka. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan tidak ada cheater yang bisa merusak integritas turnamen sebelum terdeteksi. Pertarungan antara cheat dan anti-cheat di Valorant tampaknya masih akan terus berlanjut, dan para pemain berharap esportivonews.com Riot selalu selangkah lebih maju dalam menjaga keadilan di setiap ronde.







