<strong> eSportivo Fortnite - </strong> Para gamer dan penikmat streaming, siap-siap untuk plot twist paling gila di battle royale kehidupan nyata! Seorang streamer asal Florida baru-baru ini mengalami epic fail yang mungkin jadi akhir dari "karier" live streaming-nya, dan siapa sangka, "stream sniper" terbesar justru datang dari lingkaran terdekatnya: sang ibu! Insiden mengejutkan ini terjadi saat ia sedang asyik live di YouTube, mengemudi dalam kondisi mabuk, hingga akhirnya dijemput paksa oleh polisi.
Kisah ini dimulai ketika Thomas Leininger, 37 tahun, dari Vero Beach, mengunggah beberapa video ke YouTube. Entah apa yang ada di pikirannya, namun dalam rekaman tersebut, ia terlihat sangat teler dan bahkan melontarkan ancaman. Sang ibu, yang mungkin sudah sering melihat "gameplay" putranya yang toxic, memutuskan untuk melakukan report langsung ke pihak berwajib. Ia meminta polisi untuk memeriksa kondisi Leininger, menduga lokasinya berada di sekitar Riverside Park. Namun, tim "recon" polisi awalnya tidak menemukan "loot" atau kendaraan Leininger di sana.

Tak lama kemudian, seorang petugas yang sedang berpatroli melihat sebuah Chevrolet Tahoe perak melakukan illegal U-turn – sebuah manuver yang jelas melanggar "aturan main" lalu lintas. Petugas itu pun langsung melakukan follow-up, membuntuti kendaraan tersebut hingga ke sebuah SPBU. Di sana, sang pengemudi keluar dan mengidentifikasi dirinya sebagai Leininger. Momen "GG" pun dimulai.
Menurut laporan esportivonews.com, petugas langsung mencium bau alkohol yang kuat dari Leininger. Matanya merah dan sayu, dan ia terlihat goyang seperti karakter yang mengalami lag parah. Ketika ditanya apakah ia minum, Leininger dengan santai menjawab, "Saya hanya minum beberapa shot." Sebuah pengakuan yang terdengar seperti emote canggung di tengah baku tembak.
Dalam rekaman bodycam yang beredar, Leininger mencoba menjelaskan bahwa ia sedang mengalami masa sulit dan menuduh ibunya memanggil polisi untuk mengontrolnya. Namun, polisi tak mau kalah. Mereka langsung memberikan serangkaian "tantangan" field sobriety exercises, seperti berjalan lurus dan berdiri satu kaki. Ini seperti misi sampingan yang harus diselesaikan untuk membuktikan ia tidak zonk.
Sayangnya, Leininger gagal total dalam "misi" ini. Polisi melaporkan bahwa ia kesulitan mengikuti instruksi dan menjaga keseimbangan. "Saya meminta Leininger untuk tidak bergerak saat saya mendemonstrasikan dan hanya mengamati, tetapi ia berulang kali mencoba latihan saat saya berusaha mendemonstrasikan. Leininger gagal menjaga keseimbangannya pada garis yang diinstruksikan untuk tetap berada di sana," tulis polisi dalam laporannya. Ini adalah epic fail yang terekam jelas!
Dalam perjalanan menuju "penjara", Leininger diduga mengakui bahwa ia sudah "minum shot sepanjang hari." Hasil tes pernapasan kemudian mengkonfirmasi dugaannya, menunjukkan kadar alkohol 0.151 dan 0.154 – jauh di atas batas aman. Ia pun didakwa mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Pada 15 September, Leininger mengaku tidak membantah dakwaan dan diperintahkan untuk membayar biaya pengadilan serta denda $1.000. Sebuah "penalti" yang cukup berat untuk sebuah live stream yang salah.
Insiden ini bukan yang pertama kali mengguncang komunitas streaming. Mengemudi saat siaran langsung memang sering menjadi kontroversi. Sebelumnya, di bulan Juli, Twitch pernah melarang Kaceytron setelah ia berdebat dengan penonton yang menuduhnya mengemudi dalam kondisi mabuk. Bahkan di tahun 2023, pemain Smash "bobby big ballz" juga kena ban setelah kedapatan minum anggur sambil mengemudi di stream. Apakah ini pertanda bahwa "meta" baru untuk para streamer adalah selalu memastikan mereka berada di "zona aman" dan bebas dari alkohol saat live? Atau mungkin ini hanya pengingat keras bahwa "aturan main" di dunia nyata jauh lebih ketat daripada di dalam game. Siapa sangka, sebuah panggilan dari ibu bisa jadi ultimate ability yang mengakhiri sebuah stream secara dramatis!







