eSportivo Fortnite – Siapa sangka, konsol gaming portabel favorit kita, Steam Deck, baru saja melakukan level up yang gila-gilaan! Bukan cuma jadi teman setia di sofa atau di kereta, kini Steam Deck resmi menjadi "pilot" untuk prototipe rover Mars milik raksasa kedirgantaraan Airbus. Ini bukan bug atau glitch, melainkan sebuah meta baru yang bikin para gamer dan engineer geleng-geleng kepala, seperti yang dilaporkan oleh esportivonews.com!
Sebelumnya, Steam Deck memang sudah sering bikin kejutan, misalnya saat bisa dipakai streaming game PS5. Tapi, mengendalikan misi antar-planet? Itu jelas tier yang berbeda jauh. Dari push rank di sofa, langsung ke misi antar-planet! Kejadian epik ini terungkap saat YouTuber Tom Scott mengunjungi fasilitas Airbus di Stevenage, Inggris, untuk video berjudul "This Mars rover’s cool. But have you seen its wheels?".

Dalam videonya, Tom Scott menceritakan bagaimana ia mendapat "kursus singkat agar tidak merusak" rover, lalu disodori "dasarnya sebuah konsol gaming." Dengan thumbstick dan tombol bumper Steam Deck, Tom dengan santai mengayunkan roda prototipe rover ExoMars, membuatnya bergerak menyamping seperti kepiting. Benar-benar skill check yang luar biasa! Steam Deck menjalankan custom software khusus, mengubah konsol gaming itu menjadi panel kontrol canggih untuk misi luar angkasa.
Para engineer Airbus ternyata memang mengandalkan Steam Deck selama proses pengembangan dan pengujian. Kenapa? Karena rover yang sudah jadi nantinya akan mengemudi sendiri di Planet Merah. Tapi, selama masih di Bumi, tentu butuh seseorang untuk mengendalikannya. Dan di sinilah Steam Deck menunjukkan kelasnya! Sebagai PC berbasis Linux dengan kontrol fisik, layar sentuh, Wi-Fi, dan Bluetooth, Steam Deck mampu menjalankan software spesialis yang tidak bisa dilakukan oleh kontroler standar seperti DualSense atau Xbox. Ini membuktikan bahwa perangkat gaming bisa punya utility yang tak terduga, jauh melampaui medan perang virtual.
Proyek ini pun bukan main-main, guys. Tim di Stevenage sedang merancang sistem mekanis, termal, dan propulsi untuk platform pendaratan rover Rosalind Franklin milik ESA yang dijadwalkan mendarat di Mars pada tahun 2030. Kata Kata Escott, Managing Director Airbus Defence and Space UK, pada tahun 2025, kesuksesan misi ini adalah "puncak dari lebih dari 20 tahun kerja." Bayangkan, sebuah konsol gaming kecil jadi bagian penting dari misi bersejarah yang sudah puluhan tahun direncanakan! Ini seperti menemukan legendary loot di tempat yang paling tidak terduga.
Dan ini bukan kali pertama dunia gaming "menjelajah" angkasa. Awal tahun ini, boneka Pikachu sempat menghabiskan 67 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional, mengelilingi Bumi sekitar 1.040 kali sebelum kembali. Jadi, siapa tahu, mungkin di masa depan kita akan melihat lebih banyak lagi crossover epik antara teknologi gaming dan eksplorasi antariksa. GGWP, Steam Deck! Kamu baru saja membuka portal ke dimensi baru bagi para gamer dan explorer sejati.







