Esportivonews.com – Keputusan Sony untuk menghentikan produksi permainan dalam format fisik atau cakram (disc) untuk konsol PlayStation telah memicu gelombang protes dari berbagai kalangan. Menanggapi reaksi keras tersebut, raksasa teknologi asal Jepang ini dikabarkan tengah melakukan langkah investigasi besar-besaran dengan melibatkan para pengembang gim.
Langkah ini muncul setelah Sony secara resmi mengonfirmasi bahwa mulai Januari 2028, seluruh judul gim baru yang dirilis untuk PlayStation akan tersedia dalam format digital sepenuhnya. Kebijakan ini telah memicu perdebatan sengit di industri gim global, terutama bagi para kolektor yang selama ini sangat bergantung pada kepemilikan fisik untuk melengkapi koleksi mereka.

Berdasarkan laporan terbaru, Sony dilaporkan tengah mengirimkan survei berskala besar kepada para pengembang gim untuk meminta masukan terkait transisi digital ini. Informasi ini terungkap melalui diskusi dalam Broken Silicon Podcast, di mana seorang analis menyebutkan bahwa survei yang dikirimkan Sony merupakan salah satu yang terbesar yang pernah mereka distribusikan.
Dalam survei tersebut, Sony diduga mencoba menggali pendapat para pengembang secara tidak langsung mengenai dampak dari penghapusan format fisik. Pertanyaan-pertanyaan di dalamnya mengarah pada apakah terdapat kendala teknis atau ekonomi jika penjualan fisik dihentikan sepenuhnya, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi ekosistem pengembangan gim.
Data menunjukkan bahwa format fisik sebenarnya masih memiliki pengaruh besar terhadap pendapatan perusahaan. Sebagai contoh, gim Marvel’s Wolverine berhasil meraup pendapatan sekitar $130 juta dalam tiga hari pertama, di mana penjualan fisik menyumbang sekitar 22,9% dari total tersebut. Meskipun angka ini terlihat kecil dibandingkan total pendapatan, namun angka ini membuktikan bahwa pasar fisik masih memiliki basis penggemar yang setia.
Perbandingan lebih mencolok terlihat pada judul-judul besar lainnya. Spider-Man 2 dilaporkan menyumbang 35% dari total pendapatan $1,2 miliar melalui salinan fisik. Sementara itu, Ghost of Yotei mencatat kontribusi sebesar 37,6% dari pendapatan $400 juta melalui format kotak, dan Astro Bot menyumbang hampir 47% dari total pendapatan $275 jutanya melalui rak ritel.
Meskipun ada tekanan dari komunitas dan data penjualan yang menunjukkan potensi format fisik, Sony tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan membatalkan rencana tersebut. Chief Financial Officer Sony, Lin Tao, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan tetap akan melanjutkan rencana digitalisasi ini, meskipun mereka mengakui adanya emosi dan kekhawatiran dari para pemain.
Hingga saat ini, Sony belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil survei tersebut. Namun, langkah ini menunjukkan bahwa Sony sedang mencoba menimbang-nimbang antara efisiensi masa depan digital dengan realitas pasar fisik yang masih memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi ekosistem PlayStation.







