Skandal Mewah Streamer Clavicular Berujung Gugatan

Bagoes anwar

Skandal Mewah Streamer Clavicular Berujung Gugatan

Esportivonews.com – Dunia hiburan digital kembali diguncang oleh skandal yang melibatkan seorang pembuat konten populer. Braden Peters, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Clavicular, kini tengah menghadapi masalah hukum serius. Pemilik sebuah rumah mewah di kawasan Encino, California, melayangkan gugatan hukum terhadap streamer berusia 20 tahun tersebut terkait serangkaian perilaku tidak terpuji selama acara yang ia selenggarakan di properti senilai jutaan dolar tersebut.

Insiden ini bermula ketika Peters menyewa sebuah mansion megah dengan biaya sewa mencapai USD 53.000 atau sekitar Rp830 juta per bulan pada akhir September lalu. Properti tersebut rencananya digunakan sebagai lokasi "Camp Looksmax", sebuah retret eksklusif selama tujuh hari yang bertujuan memberikan pelatihan penampilan, teknik kencan, hingga strategi media sosial bagi para peserta pria muda. Namun, alih-alih menjadi tempat pengembangan diri yang elegan, acara tersebut justru berubah menjadi mimpi buruk bagi pemilik properti.

Skandal Mewah Streamer Clavicular Berujung Gugatan
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Berdasarkan laporan yang dihimpun, pihak pengelola properti, The Maimon Group, menuduh Peters telah melanggar kontrak sewa secara fatal. Dalam gugatannya, terungkap berbagai detail perilaku tamu yang sangat tidak pantas. Mulai dari mengadakan pesta yang sangat bising, melanggar batas maksimal tamu yang diizinkan, hingga memicu keributan yang memaksa polisi datang ke lokasi.

Lebih mengejutkan lagi, laporan tersebut menyebutkan adanya aksi penggunaan semprotan bau kentut (fart spray) di dalam rumah, tamu yang saling lempar ke kolam renang, hingga kejadian muntah-muntah di area mansion. Bahkan, muncul tuduhan bahwa seekor kuda dibawa masuk ke dalam area properti tanpa izin tertulis dari pemilik. Kekacauan ini dianggap telah merusak nilai dan kondisi fisik dari rumah mewah tersebut.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Peters membantah keras semua klaim yang beredar. Ia menyatakan bahwa Peters telah memenuhi seluruh kewajiban finansialnya dan telah membayar semua biaya terkait kegiatan "Camp Looksmax" di muka. Hingga saat ini, pihak Peters menegaskan bahwa mereka belum menerima dokumen resmi terkait gugatan tersebut.

Namun, catatan hukum di Los Angeles County menunjukkan hal yang berbeda. Indeks sipil mencatat adanya kasus kerusakan properti yang diajukan terhadap ClavsWorld Inc. dan Braden Peters pada akhir Oktober. Selain itu, terdapat catatan mengenai pengajuan pengusiran (eviction) yang juga terdaftar pada tanggal yang sama.

Di tengah kemelut hukum yang menjeratnya, Clavicular tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Melalui situs resminya, ia masih terus mempromosikan sesi baru "Camp Looksmax" yang akan diadakan di Miami. Para peserta ditawarkan pengalaman eksklusif dengan biaya pendaftaran sebesar USD 6.500 atau sekitar Rp100 juta per orang, yang mencakup makanan dari koki profesional, mentor, hingga eksposur siaran langsung. Fenomena ini memicu perdebatan di kalangan netizen mengenai etika bisnis dan tanggung jawab para pembuat konten terhadap komunitas serta lingkungan sekitar mereka.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar