Esportivonews.com – Dunia catur maya tengah dihebohkan oleh sebuah video viral yang memicu perdebatan panas mengenai integritas permainan. Seorang kreator konten TikTok bernama SourGrape02 baru-baru ini mengunggah video yang mengeklaim dirinya berhasil memenangkan pertandingan catur di sebuah taman umum dengan bantuan teknologi mutakhir. Namun, alih-alih mendapat pujian, aksi tersebut justru menuai kritik tajam dari salah satu YouTuber catur paling berpengaruh di dunia, Levy Rozman, atau yang lebih dikenal dengan nama GothamChess.
Dalam video yang telah ditonton jutaan kali di berbagai platform seperti Instagram, YouTube, hingga Reddit tersebut, SourGrape02 memperlihatkan sebuah skenario di mana ia bermain melawan seorang wanita. Ia mengaku bahwa dirinya sebenarnya bukan pemain catur berpengalaman, namun ia mampu melakukan skakmat berkat bantuan kacamata pintar Ray-Ban Meta. Teknologi tersebut diklaim mampu menangkap gambar papan catur, lalu menggunakan kecerdasan buatan (AI) melalui GPT untuk mengenali bidak, dan akhirnya menggunakan mesin catur Stockfish untuk menentukan langkah terbaik.

Menanggapi fenomena tersebut, GothamChess melontarkan kritik pedas melalui kanal YouTube miliknya. Rozman secara terang-terangan menyatakan bahwa ia sama sekali tidak terkesan dengan aksi tersebut. Ia bahkan menyebut aksi tersebut hanyalah sebuah "LARP" (Live Action Role Playing) atau sekadar sandiwara belaka yang tidak memiliki esensi kompetisi yang nyata.
GothamChess menyoroti beberapa kejanggalan teknis dalam video tersebut yang membuatnya meragukan keaslian konten tersebut. Salah satu poin utama yang ia soroti adalah penggunaan jam catur yang terlihat tidak menyala atau tidak aktif selama pertandingan berlangsung. Hal ini dianggap janggal karena dalam pertandingan catur formal maupun kasual, waktu adalah elemen krusial yang harus dicatat.
Lebih jauh lagi, Rozman membedah jalannya pertandingan dan menemukan bahwa kemenangan tersebut sebenarnya sangat mudah diraih tanpa perlu bantuan teknologi canggih sekalipun. Ia menjelaskan bahwa lawan dalam video tersebut terjebak dalam jebakan pembukaan Blackburne Shilling Gambit. Strategi ini memang dikenal sangat mematikan bagi pemain pemula karena dapat menghasilkan skakmat hanya dalam tujuh atau delapan langkah jika lawan melakukan kesalahan kecil.
"Anda tidak perlu curang untuk memenangkan permainan ini," tegas Rozman. Ia menekankan bahwa demonstrasi yang dilakukan oleh SourGrape02 justru terlihat sangat tidak masuk akal dan tidak menunjukkan kemahiran catur yang sebenarnya.
Kasus ini menambah daftar panjang diskusi mengenai ancaman teknologi AI dalam dunia olahraga kompetitif. Sebelumnya, teknologi serupa pernah didemonstrasikan oleh remaja berusia 17 tahun, Eddy Xu, yang menciptakan perangkat serupa untuk memberikan langkah mesin tanpa diketahui lawan. Meski teknologi ini menarik secara inovasi, namun dalam konteks kompetisi, penggunaan alat bantu seperti itu dianggap sebagai bentuk kecurangan yang merusak sportivitas. Bagi komunitas catur, integritas tetap menjadi hal yang paling utama di atas kecanggihan teknologi.







