Esportivonews.com – Dunia game World of Warcraft (WoW) tengah diguncang oleh kontroversi panas yang melibatkan salah satu streamer ternama, Mohamed "Ziqo" Beshir. Komunitas pemain WoW Forever kini tengah meluapkan kemarahan mereka dan menuntut agar Blizzard memberikan sanksi berat berupa pemblokiran permanen terhadap sang streamer. Isu ini mencuat setelah Ziqo kedapatan menerima kiriman emas dalam jumlah besar dari pemain asing yang diduga berasal dari transaksi uang asli.
Ketegangan ini bermula ketika potongan klip siaran langsung Ziqo tersebar luas di jagat maya. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah karakter level satu memberikan kiriman sebanyak 380 emas kepada Ziqo. Jumlah ini dianggap sangat fantastis mengingat fase beta game ini baru berjalan kurang dari dua minggu. Tak berhenti di situ, karakter level satu lainnya yang menggunakan nama "El Delivery" juga menyetor tambahan 175 emas. Menariknya, Ziqo sempat berkomentar di tengah siaran bahwa emas tersebut tidak mungkin didapatkan secara alami melalui mekanisme permainan biasa, namun ia tetap menerima kiriman tersebut tanpa ragu.

Kasus ini menjadi sangat sensitif karena hanya berselang seminggu setelah Blizzard mengeluarkan peringatan keras. Melalui manajer komunitasnya, Kaivax, Blizzard menegaskan bahwa mereka akan menindak tegas tidak hanya penjual emas ilegal, tetapi juga pembeli atau penerima emas yang seharusnya mengetahui bahwa sumber dana tersebut tidak sah. Ancaman sanksi mulai dari penghapusan aset hingga penutupan akun telah dibayangi sejak akhir September lalu.
Namun, respons Blizzard dianggap tidak adil oleh para pemain. Alih-alih memberikan sanksi berupa pemblokiran akun (ban), Blizzard hanya menghapus seluruh emas yang ada pada karakter mage milik Ziqo, termasuk emas yang ia kumpulkan secara jujur melalui kerja kerasnya sendiri. Ziqo sendiri mengonfirmasi bahwa sisa saldo emas di karakternya kini hanya menyisakan sembilan perak. Ironisnya, karakter lain milik Ziqo tetap aman dan akun utamanya tidak mendapatkan sanksi suspensi sama sekali.
Ketidakadilan ini memicu gelombang protes besar di forum Reddit dan komunitas WoW Classic. Para pemain menuding adanya standar ganda dalam penegakan aturan. Mereka berargumen bahwa pemain biasa bisa terkena hukuman permanen jika terdeteksi membeli emas, namun streamer justru seolah mendapatkan "karpet merah" dengan dalih menerima donasi.
Kekhawatiran pemain juga menyasar pada aspek kompetisi. Ziqo dijadwalkan akan berpartisipasi dalam turnamen Forever Open Tournament yang menawarkan total hadiah fantastis mencapai $100.000. Para kritikus berpendapat bahwa keuntungan emas ilegal ini memberikan keunggulan tidak adil (unfair advantage). Dengan emas tersebut, seorang streamer dapat meningkatkan profesi karakter dan membeli bahan-bahan langka di auction house secara instan, sementara peserta lain harus bersusah payah melakukan farming dari nol.
Hingga saat ini, Blizzard belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan tindakan hukum lebih lanjut terhadap akun Ziqo. Sementara itu, fase beta WoW Forever masih terus berlangsung hingga 21 Oktober mendatang, sebelum akhirnya resmi diluncurkan secara penuh pada 4 November. Skandal ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemain mengenai pentingnya integritas dalam ekosistem ekonomi digital sebuah game.







