Influencer Ungkap Prosedur Maut: Nyawa Taruhannya!

Bagoes anwar

eSportivo Fortnite – Di tengah gemerlap dunia digital yang penuh sorotan, seorang bintang media sosial dengan hampir lima juta pengikut di Instagram, Veronica Perasso, baru-baru ini melontarkan pengakuan mengejutkan yang membuat banyak orang terdiam. Ia mengungkapkan pernah mengambil risiko ekstrem, bahkan mempertaruhkan nyawanya, demi mendapatkan suntikan silikon ilegal di rumah seorang teman. Sebuah keputusan "low-budget" yang berujung pada pertaruhan paling mahal: hidupnya sendiri.

Perjalanan Perasso dalam dunia prosedur kosmetik dimulai pada tahun 2018 dengan augmentasi payudara, diikuti oleh Brazilian butt lift (BBL) pada tahun 2019. Awalnya, ia mengaku puas dengan hasilnya, seolah baru mendapatkan upgrade karakter yang sempurna. Namun, sekitar tiga bulan kemudian, penampilannya mulai berubah, memicu apa yang ia sebut sebagai dismorfia tubuh. Dalam wawancara sebelumnya dengan TMZ, Perasso mengakui bahwa perhatian yang ia terima pasca-operasi justru mendorongnya untuk terus mengejar "sensasi dopamin" dari perubahan fisik yang berkelanjutan, seperti seorang pemain yang terus mencari loot terbaik tanpa henti.

Influencer Ungkap Prosedur Maut: Nyawa Taruhannya!
Gambar Istimewa :

Merasa tidak puas dengan hasil BBL-nya yang mulai "pudar," Perasso kemudian beralih ke suntikan silikon yang ia gambarkan sebagai "sangat murah." Menurut laporan dari People, prosedur berbahaya ini dilakukan oleh seorang wanita yang tidak memiliki lisensi resmi. "Saat itu, saya tidak peduli," ungkap Perasso dengan jujur. "Saya tidak punya uang, dan saya bersedia mempertaruhkan hidup saya demi alasan-alasan itu." Sebuah pengakuan yang menggambarkan betapa putus asanya ia saat itu, seolah terjebak di storm zone dan harus membuat keputusan cepat yang fatal.

Prosedur mengerikan ini tidak dilakukan di klinik steril, melainkan di dalam rumah seorang teman. Perasso menceritakan bahwa ia diberi pil yang tidak diketahui jenisnya, yang membuatnya tertidur. "Seorang wanita datang, memberi saya pil, membuat saya tertidur, dan menyuntikkan silikon di bagian belakang tubuh saya," kenangnya, menyebut suntikan tersebut sebagai "hal terburuk yang pernah saya lakukan." Ia merasa "sangat, sangat bersyukur" karena tidak mengalami komplikasi besar, sebuah clutch play yang berhasil di menit-menit terakhir. Namun, ia juga menyadari banyak orang lain yang bernasib buruk, mengalami sakit parah, kehilangan sensasi di kaki, atau menderita nyeri kronis setelah menjalani prosedur serupa.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah memperingatkan bahwa silikon suntik tidak disetujui untuk pembentukan tubuh. Komplikasi potensial yang bisa muncul sangat mengerikan, termasuk jaringan parut, kematian jaringan, cacat permanen, infeksi, stroke, bahkan kematian. Masalah ini bisa muncul berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun setelah suntikan. Melihat kembali ke belakang, Perasso mengakui bahwa semua prosedur yang ia jalani justru menyebabkan "begitu banyak dismorfia tubuh." Kini, ia membagikan pengalamannya sebagai peringatan keras bagi siapa saja yang mungkin sedang menuju "lubang kelinci" operasi plastik yang sama. "Saya tidak membagikan ini untuk menghakimi pilihan siapa pun," tulisnya. "Saya membagikannya karena saya berharap saya mendengar lebih banyak percakapan jujur seperti ini ketika saya masih muda." Sebuah pesan penting dari esportivonews.com, agar kita semua lebih bijak dalam setiap keputusan, baik di dunia nyata maupun di medan pertempuran virtual.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar