eSportivo Fortnite – Bayangkan ini, para Survivors! Sebuah "drop zone" rahasia di AS, bukan untuk loot senjata, tapi untuk sesuatu yang jauh lebih gila: alien! Seorang ilmuwan yang pernah jadi "konsultan meta" di program UFO Pentagon, Dr. Eric Davis, baru saja menjatuhkan "bom" informasi yang bisa mengubah seluruh "game" kita. Ia mengklaim pemerintah AS menyembunyikan jasad setidaknya empat spesies alien di fasilitas militer top-secret!
Davis, yang seperti "player pro" di arena investigasi anomali, membuat tuduhan luar biasa ini saat tampil di acara Katie Pavlich Tonight di NewsNation. Dia mengklaim telah melihat "replay" dan "log" rahasia terkait UAP (Unidentified Anomalous Phenomena) yang jatuh, lengkap dengan "skin" alien-nya. "Ada minimal empat spesies yang kami tahu, dan saya sudah melihat buktinya, saya sudah melihat catatannya," tegas Davis, seolah membocorkan "patch note" paling gila abad ini.

Dia bahkan memberi "kode nama" untuk para makhluk ini: Grays, Nordics, Insectoids, dan Reptilians. Grays? Mirip "default skin" alien yang sering kita lihat di film, pendek dengan mata besar. Nordics? Bayangkan "karakter" manusia tinggi, pirang, tapi bukan dari Bumi. Insectoids? Seperti "boss monster" belalang sembah seukuran manusia. Dan Reptilians? Makhluk humanoid dengan fitur kadal, mungkin "skin" yang paling mengerikan. Semuanya, kata Davis, punya dua tangan dan dua kaki, seperti "player" biasa, tapi jelas bukan dari "server" kita.
"Saya tidak tahu apa yang mereka makan. Kebanyakan yang saya tahu ditemukan sudah ‘knocked out’ alias mati," katanya. Tapi tunggu, ada "easter egg" yang lebih dalam! Davis juga mendengar dari mantan perwira intelijen, David Grusch, tentang satu makhluk yang konon berhasil "ditangkap hidup-hidup"! Bayangkan "loot" macam apa itu!
Awalnya, ada "koordinat" jelas di mana "loot" alien ini disimpan. Namun, Davis membocorkan bahwa "markas" itu dipecah menjadi dua atau tiga "sektor" dan dipindahkan ke berbagai "facility" medis militer selama pemerintahan Obama pertama. Sebuah "strategi" untuk menyembunyikan jejak?
Astrophysicist ini, yang sudah "grinding" investigasi UAP selama 30 tahun dan pernah jadi "konsultan" program pemerintah, kini meminta "buff" dari mantan Presiden Donald Trump. Dia ingin Trump mencabut NDA-nya (Non-Disclosure Agreement) dan melindungi para "whistleblower" UFO dari tuntutan hukum. "Dengan tanda tangan Anda, Anda bisa mencabut NDA untuk melindungi para ‘whistleblower’ UAP seperti saya," kata Davis. "Saya dengan hormat meminta Anda mengambil tindakan cepat dan tegas, karena sifat UAP tidak seharusnya dirahasiakan begitu dalam." Ini seperti meminta "admin" untuk membuka "cheat code" informasi!
Tapi, seperti "bug" dalam game, ada "catch"-nya. Davis belum secara publik menunjukkan "screenshot" atau "log" yang dia klaim telah lihat, dan tuduhannya belum "diverifikasi" secara independen. Kantor Resolusi Anomali Seluruh Domain Pentagon (AARO) sendiri sebelumnya menyatakan tidak menemukan "bukti yang dapat diverifikasi" tentang keberadaan, aktivitas, atau teknologi makhluk luar angkasa. Jadi, apakah ini "glitch" informasi atau "real deal"?
Klaim ini muncul di tengah "meta" minat yang meningkat pada kehidupan alien, termasuk "discovery" NASA tentang potensi tanda kehidupan kuno di Mars, dan tuduhan terpisah tentang deteksi DNA alien pada korban penculikan. Jika ada alien "tier S" di luar sana yang berpotensi "push" ke Bumi, dunia mungkin tidak punya banyak "chance". Astrophysicist Harvard, Avi Loeb, bahkan pernah mengingatkan esportivonews.com bahwa Bumi tidak punya "plan" untuk invasi dan mendesak PBB mengambil "precautions" jika ancaman itu nyata. Ini bukan lagi sekadar "battle royale", ini "survival" seluruh planet!







