Esportivonews.com – Aksi nekat untuk menghindari kewajiban membayar tagihan makanan di restoran kini mencapai level yang tidak terduga. Jika biasanya pelaku kabur melalui pintu belakang atau jendela toilet, seorang pria di Georgia, Amerika Serikat, justru memilih cara yang jauh lebih ekstrem dan berisiko tinggi: berpura-pura mengalami keadaan darurat medis.
Niat licik pria tersebut bukannya membuahkan hasil manis, ia justru berakhir di balik jeruji besi setelah mencoba mengelabui petugas dengan panggilan darurat palsu. Kejadian yang menghebohkan ini bermula ketika seorang pria berusia 26 tahun bernama Abdul Rasheed sedang menyantap hidangan di sebuah restoran Red Lobster.

Alih-alih mengeluarkan dompet untuk melunasi tagihannya yang hanya sebesar 63 dolar AS atau sekitar Rp980 ribu, Rasheed justru mengambil langkah yang sangat ceroboh. Ia menghubungi layanan darurat 911 dan melaporkan bahwa dirinya sedang mengalami kondisi medis yang kritis. Ia berharap dengan adanya ambulans yang datang, ia bisa mendapatkan "penyelamatan" gratis sekaligus menghindari kewajiban membayar tagihan makanannya.
Namun, skenario yang ia susun rapi tersebut gagal total. Petugas tanggap darurat segera bergegas menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut. Setibanya di tempat kejadian, para petugas medis justru menemukan bahwa kondisi Rasheed sangat sehat walafiat. Tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan, tidak ada rasa sakit, dan ia sama sekali tidak membutuhkan bantuan medis apa pun.
Situasi berubah menjadi tegang ketika pihak kepolisian mulai mencium adanya ketidakberesan. Setelah melakukan penyelidikan singkat, terungkaplah motif sebenarnya di balik panggilan darurat tersebut. Rasheed ternyata hanya ingin melarikan diri dari tagihan makanannya yang tidak seberapa itu.
Pihak kepolisian tidak tinggal diam melihat tindakan manipulatif tersebut. Rasheed akhirnya ditangkap dan dihadapkan pada sejumlah tuntutan hukum yang serius. Ia dituduh melakukan pencurian layanan (theft of services), perilaku melanggar hukum saat melakukan panggilan 911, serta memberikan laporan palsu kepada pihak berwenang.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi dine-and-dash atau perilaku makan lalu kabur yang kerap merugikan pelaku usaha kuliner. Di tempat lain, seperti di Tennessee, pelaku bahkan menggunakan cara yang lebih religius dengan meninggalkan kartu bertuliskan "Yesus telah membayar" sebagai alasan untuk tidak membayar tagihan.
Fenomena ini telah memicu reaksi keras dari para pemilik restoran. Banyak pengusaha kini mulai menggunakan media sosial untuk mengunggah foto atau video pelaku kabur guna membantu identifikasi. Meski beberapa tindakan pemilik restoran terkadang berujung pada konfrontasi fisik yang berbahaya, kasus Rasheed menjadi pengingat keras bahwa mencoba mengakali sistem dengan kebohongan fatal dapat berujung pada konsekuensi hukum yang jauh lebih mahal daripada harga sebuah makanan.







