Esportivonews.com – Raksasa platform video pendek, TikTok, akhirnya mencapai kesepakatan hukum yang mengejutkan dengan pemerintah negara bagian Alabama, Amerika Serikat. Hanya beberapa hari sebelum persidangan dimulai, TikTok setuju untuk membayar denda sebesar 100 juta dolar AS atau setara dengan triliunan rupiah guna mengakhiri gugatan hukum yang menuduh platform tersebut berbahaya bagi kesehatan mental remaja.
Langkah perdamaian ini diambil setelah Alabama melayangkan gugatan pada tahun 2025. Pemerintah negara bagian tersebut menuduh TikTok secara sengaja merancang algoritma yang bersifat adiktif, mengekspos pengguna muda pada risiko gangguan mental, serta memberikan informasi yang menyesatkan kepada publik mengenai standar keamanan aplikasi mereka. Jika persidangan tetap berlanjut, ini akan menjadi momen bersejarah karena merupakan pertama kalinya sebuah negara bagian membawa kasus melawan TikTok ke hadapan juri.

Sebagai bagian dari kesepakatan hukum tersebut, TikTok tidak hanya membayar denda finansial, tetapi juga wajib menerapkan serangkaian pembatasan ketat bagi pengguna remaja di Alabama. Berdasarkan dekret persetujuan yang diajukan di Pengadilan Sirkuit Montgomery, remaja berusia 13 hingga 17 tahun akan menghadapi aturan penggunaan yang jauh lebih terkontrol.
Salah satu aturan paling mencolok adalah penerapan sistem "lockout" otomatis. Secara default, pengguna remaja di Alabama tidak akan bisa mengakses TikTok antara pukul 00.00 hingga 06.00 pagi. Selain itu, platform ini akan menerapkan batas waktu penggunaan harian selama dua jam. Meskipun batas ini tidak mencakup konten berdurasi panjang, fitur pesan, pengaturan, dan pencarian, remaja tidak dapat mengubah atau melonggarkan batasan ini tanpa persetujuan dari orang tua yang terhubung dengan akun mereka.
TikTok juga akan memperkenalkan fitur "jeda produktif" yang akan muncul sebagai interupsi saat remaja telah menggunakan aplikasi selama 60 dan 90 menit. Notifikasi pengingat juga akan muncul setiap 15 menit sekali jika pengguna terus melakukan scrolling tanpa henti. Untuk menjaga fokus belajar, notifikasi push akan dinonaktifkan secara otomatis pada jam sekolah dan antara pukul 10 malam hingga 7 pagi.
Keamanan privasi juga menjadi prioritas utama dalam kesepakatan ini. Akun remaja akan diatur secara otomatis menjadi akun privat, sehingga lebih sulit ditemukan oleh orang dewasa yang tidak dikenal. Menariknya, TikTok juga berkomitmen untuk menonaktifkan filter wajah yang mampu mengubah penampilan fisik secara ekstrem hingga menyerupai hasil operasi plastik, meskipun filter riasan, fantasi, dan parodi tetap diperbolehkan.
Meskipun harus membayar denda besar, TikTok menyatakan tidak mengakui adanya kesalahan hukum dan secara tegas membantah semua tuduhan yang diajukan oleh Alabama. Namun, bagi otoritas setempat, hasil ini adalah kemenangan besar. Jaksa Agung Alabama, Steve Marshall, menyatakan bahwa kesepakatan ini memberikan kontrol nyata bagi orang tua atas apa yang dilihat anak-anak mereka dan seberapa lama mereka menghabiskan waktu di dunia digital.
Langkah ini menambah daftar panjang TikTok yang memilih jalur perdamaian di ambang persidangan, menyusul kasus serupa terkait kecanduan media sosial yang juga diselesaikan sesaat sebelum sidang dimulai pada awal 2026.







