eSportivo League of Legends – Setelah lebih dari satu dekade mengukir namanya di panggung kompetitif League of Legends, Hung "Karsa" Hao-Hsuan, sang jungler veteran yang dikenal dengan gaya bermain agresif dan cerdas, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain profesional. Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era bagi salah satu ikon terbesar di kancah LoL Asia, yang telah melanglang buana di region Pasifik dan Tiongkok, meninggalkan jejak yang tak terlupakan.
Selama 12 tahun lebih, Karsa telah menjadi pilar di berbagai tim papan atas, mengumpulkan koleksi trofi yang mengesankan. Empat gelar LMS, tiga kejuaraan LPL, dan puncaknya, trofi Mid-Season Invitational 2018 bersama Royal Never Give Up. Ia juga menjadi langganan Worlds, tampil tujuh kali dan mencapai perempat final dua kali, bahkan semifinal bersama Top Esports. Sebuah rekam jejak yang tak terbantahkan, namun satu trofi besar masih luput dari genggamannya, sebuah impian yang terus dikejar hingga akhir karirnya.

Perjalanan Karsa dimulai dengan Flash Wolves, di mana ia menghabiskan dua tahun krusial antara 2015 dan 2017. Masa itu adalah puncak dominasi Flash Wolves di LMS, menyapu bersih empat gelar split secara beruntun. Tim ini juga menunjukkan taringnya di panggung internasional seperti Worlds dan MSI pada 2016 dan 2017, meski belum berhasil membawa pulang gelar juara. Di sinilah fondasi legenda Karsa mulai terbangun, menunjukkan potensi seorang jungler kelas dunia yang mampu memimpin timnya menuju puncak.
Namun, nama Karsa benar-benar melambung tinggi saat ia bergabung dengan Royal Never Give Up. Tahun 2018 menjadi tahun emas bagi RNG dan Karsa, di mana mereka berhasil meraih gelar LPL Spring dan Summer, serta mengangkat trofi MSI 2018. Tim ini digadang-gadang sebagai favorit utama untuk menjuarai Worlds, sebuah mimpi yang terasa begitu dekat. Sayangnya, takdir berkata lain. Kekalahan mengejutkan dari G2 Esports di Worlds 2018 memupus harapan Karsa untuk meraih piala paling bergengsi di LoL, meninggalkan sebuah ‘apa jadinya jika’ yang terus menghantui para penggemar.
Tahun 2020 menjadi babak baru bagi Karsa saat ia berlabuh ke Top Esports. Bersama tim ini, ia kembali merasakan manisnya gelar LPL Summer dan mencapai hasil terbaiknya di Worlds, menembus babak semifinal sebelum akhirnya dihentikan oleh Suning. Meski belum cukup untuk meraih gelar juara dunia, performanya di TES menegaskan statusnya sebagai salah satu jungler terbaik di dunia. Setelah itu, Karsa sempat membela Victory Five dan Weibo Gaming, namun periode ini tidak seulang kesuksesan sebelumnya. Ia kemudian kembali ke region Pasifik, bergabung dengan CTBC Flying Oyster, tim yang pernah ia bela enam tahun sebelumnya, seolah kembali ke akar. Tim profesional terakhirnya adalah PSG Talon, di mana ia sekali lagi berkesempatan berlaga di Worlds, namun piala impian itu tetap tak teraih.
Dengan pensiunnya dari kancah profesional, Karsa menyatakan akan "melanjutkan perjalanan dengan identitas baru". Ini berarti para penggemar bisa berharap untuk melihatnya lebih sering di platform live-streaming, membangun koneksi yang lebih erat dengan komunitasnya. Mungkinkah ini adalah awal dari Karsa sebagai seorang kreator konten penuh waktu, atau bahkan mungkin suatu hari nanti kita akan melihatnya di balik meja analisis, membagikan wawasannya yang mendalam tentang game? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: warisan Karsa di League of Legends akan terus dikenang sebagai salah satu pemain paling berdedikasi dan berprestasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perjalanan Karsa selanjutnya, tetap pantau esportivonews.com.






