eSportivo Fortnite – Dunia streaming kembali digemparkan! Seorang streamer Twitch, SmaK, mendapati dirinya dihempas ban 30 hari seketika setelah melontarkan candaan ringan tentang "menghilang". Insiden ini, yang kemudian berakhir dengan permintaan maaf dari platform milik Amazon itu, sekali lagi menyoroti betapa misterius dan terkadang tidak konsistennya sistem moderasi Twitch.
Sistem ban Twitch memang kerap jadi sorotan, seringkali memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas. Dari pelanggaran ringan seperti mengemudi sambil terdistraksi yang hanya berujung suspensi singkat, hingga pelanggaran lain yang berujung sanksi lebih berat. Dan pada 31 Juli lalu, SmaK merasakan langsung ‘keajaiban’ sistem ini. Sebuah candaan yang ia lontarkan di tengah siaran langsungnya justru berujung pada sanksi berat: ban sebulan penuh! Tentu saja, keputusan ini memicu gelombang kebingungan dan protes dari para penonton serta kreator lainnya, seperti yang dilaporkan oleh esportivonews.com.

Meskipun masalah ini akhirnya terselesaikan, ban itu sendiri membuat banyak orang, termasuk streamer lainnya, benar-benar tercengang.
Drama SmaK: Candaan Berujung Ban, Lalu Maaf?
Saat sedang asyik membaca pesan-pesan aneh dari penonton, SmaK melontarkan candaan yang mungkin ia kira takkan jadi masalah. "Aku perlu tidak ada lagi di dunia ini," ujarnya santai. "Aku perlu pergi untuk waktu yang lama. Jumlah hal gila yang aku lihat, baca, dan dengar setiap hari… aku tidak tahu apakah aku bisa menanganinya lagi."
Boom! Candaan itu jelas tidak ‘mendarat’ dengan baik di telinga sistem otomatis Twitch. Menurut SmaK, ia langsung kena ‘palu godam’ ban seketika itu juga. Melalui platform X, SmaK berspekulasi bahwa ini adalah ulah sistem otomatis, dan ia khawatir hal serupa bisa menimpa streamer lain di masa depan. Sebuah ‘bug’ dalam matriks Twitch?
Reaksi dari komunitas pun tak kalah heboh. Banyak streamer dan kreator lain yang ikut geleng-geleng kepala. "Gila sih ini, aku paham maksudnya, tapi ini beneran buta nada banget kalau sampai bertindak begini," komentar seorang netizen. "Mengingat apa yang sudah dilakukan streamer top dan cuma kena ban 24 jam, ini pasti kesalahan fatal," timpal yang lain. Bahkan bintang streaming sekelas NICKMERCS pun ikut angkat bicara, "Nggak mungkin banget kamu kena ban cuma gara-gara ini!"
Namun, seperti plot twist di akhir game, drama ini berakhir manis. Setelah klipnya viral, SmaK mengumumkan bahwa ia telah di-unban! Yang lebih mengejutkan, Twitch bahkan secara resmi meminta maaf atas ‘kesalahan’ tersebut. Misteri penyebab ban awal masih jadi tanda tanya besar, seolah ada glitch di server utama Twitch.
SmaK kembali mengudara pada hari Jumat, dan ia mengaku tak menyangka akan mendapat permintaan maaf. Baginya, insiden ini sangat membingungkan, mengingat ia seringkali melontarkan candaan tentang ‘mati’ atau ‘bunuh diri’ dalam konteks game setiap hari. Apakah sistem AI Twitch belum bisa membedakan realita dan dunia virtual?
Permintaan maaf dari Twitch memang langka, seolah lebih sulit didapat daripada Victory Royale di Ranked. Kita ingat kasus Viperous di tahun 2019 yang kena ban karena disangka mengucapkan kata rasis, padahal ia hanya bilang "nerd". Atau Pajja, streamer Serbia di tahun 2023, yang kena ban karena namanya dianggap ofensif dalam bahasa Spanyol. Kasus SmaK ini menambah panjang daftar ‘epic fail’ sistem ban otomatis Twitch. Sampai kapan kita akan melihat insiden serupa terulang? Apakah ada solusi permanen untuk ‘bug’ ini?







