Terjebak di Zona Merah: 8 Tahun di Hutan, Sampah Setengah Ton!

Bagoes anwar

Terjebak di Zona Merah: 8 Tahun di Hutan, Sampah Setengah Ton!

eSportivo Fortnite – Bayangkan ini: Anda sedang solo drop di peta yang luas, jauh dari zona aman, dan memutuskan untuk membangun basecamp permanen. Kedengarannya seperti strategi gila di Fortnite, bukan? Nah, di dunia nyata, seorang pria berusia 65 tahun di Arizona baru saja menghadapi konsekuensi besar setelah mencoba "bertahan hidup" dengan cara ekstrem ini selama hampir satu dekade di hutan nasional. Kisahnya, yang terkuak oleh esportivonews.com, benar-benar akan membuat Anda geleng-geleng kepala.

Dinas Kehutanan AS menerima banyak laporan yang mengejutkan: di dalam Hutan Nasional Tonto, Arizona, bukan hanya ada beberapa struktur besar, tetapi juga banyak lubang api buatan, bertahun-tahun sampah yang menumpuk, dan barang-barang rumah tangga yang tersebar di area seluas kira-kira satu hektar. Ini bukan sekadar kemah biasa, melainkan seperti "markas" yang dibangun secara ilegal di tengah hutan belantara.

Terjebak di Zona Merah: 8 Tahun di Hutan, Sampah Setengah Ton!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Petugas yang menanggapi laporan tersebut akhirnya bertemu dengan Mark Gatz, pria Arizona berusia 65 tahun itu. Selama setahun penuh, Gatz secara konsisten mengabaikan peringatan, denda, dan bahkan surat perintah penangkapan federal terkait pelanggaran seperti api unggun ilegal, pembangunan struktur di tanah federal, dan tinggal tanpa izin. Ia seperti pemain yang terus-menerus melanggar aturan server dan mengabaikan semua "red zone warnings" yang diberikan.

Seorang petugas Dinas Kehutanan AS bahkan menyebutnya "salah satu kasus hunian ilegal terparah yang pernah ia saksikan." Bayangkan, dari sekian banyak kasus, yang satu ini dianggap paling parah!

Gatz akhirnya terdeteksi oleh petugas di sepanjang jalur tanah yang populer untuk hiking dan bersepeda gunung. Menurut laporan, lokasi perkemahan yang ia tempati berisi sekitar 1.000 pon (atau setengah ton!) sampah, sebuah area kanopi yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan, stasiun masak darurat lengkap dengan beberapa wajan, dan bahkan lima galon oli motor. Ini bukan sekadar tenda kecil, ini adalah "basecamp" yang dibangun dari sisa-sisa peradaban, lengkap dengan "loot" yang tak terduga!

Aturan mainnya jelas untuk para berkemah: batas tinggal maksimal 14 hari dalam periode 30 hari. Namun, Gatz jelas-jelas melampaui batas itu, membangun struktur dan membuang properti pribadinya, yang secara hukum merupakan penggunaan hunian tanpa izin. Ia seperti pemain yang membangun "kastil" pribadinya di zona terlarang.

Akhirnya, pada 25 Juni, "petualangan" Gatz berakhir dengan penangkapan. Ia mengaku kepada pihak berwenang bahwa ia telah tinggal di hutan selama "sekitar delapan tahun," dengan dua tahun terakhir di lokasi spesifik tersebut. Delapan tahun tanpa "respawn" di dunia nyata!

Ini bukan kali pertama Gatz melanggar "kode etik" hutan. Ia memiliki catatan kegagalan sebelumnya untuk hadir di pengadilan atas pelanggaran pembatasan api dan hunian. Daftar tuduhannya pun panjang, termasuk tinggal di lahan hutan, membangun dan menggunakan hunian di tanah sistem hutan nasional, meninggalkan sampah, dan membiarkan api tanpa memadamkannya, di antara banyak pelanggaran lainnya. Ini bukan sekadar "griefing," ini adalah pelanggaran serius yang berulang.

Kini, Gatz akan menghadapi "pengadilan" yang sesungguhnya di hadapan hakim federal pada 6 Juli. Ia terancam hukuman maksimal lima tahun di "penjara virtual" alias bui. Sebuah akhir yang pahit untuk "game survival" ekstremnya di Hutan Nasional Tonto.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar