eSportivo Fortnite – Dunia streaming kembali dihebohkan dengan kabar penangkapan Braden Eric Peters, alias Clavicular, streamer Kick yang dikenal dengan konten kontroversialnya. Hanya berselang enam minggu dari penangkapan sebelumnya atas berbagai tuduhan kejahatan berat, Clavicular kembali berurusan dengan hukum, kali ini atas tuduhan penyerangan.
Penangkapan ini terjadi pada 26 Maret 2026, dan menurut laporan dari esportivonews.com, surat perintah penangkapan mengindikasikan pelanggaran penyerangan. Diduga kuat, insiden ini terkait dengan perkelahian yang melibatkan Clavicular, pacarnya Violet, dan TikToker Jenny Popach pada bulan Februari lalu. Meski belum ada konfirmasi resmi, spekulasi ini semakin santer beredar di kalangan penggemar dan pengamat dunia streaming.

Namun, masalah Clavicular tidak berhenti di situ. Pada hari yang sama dengan penangkapan, ia juga menjadi sorotan karena menyiarkan dirinya dan teman-temannya menembaki seekor aligator di Everglades, Florida. Aksi ini memicu investigasi terpisah oleh pihak berwenang terkait perlindungan satwa liar.
Sebelum penangkapan, Clavicular dan krunya terlihat berada di Everglades. Dalam siaran langsung yang kini telah diprivasi, mereka melewati seekor aligator. Seorang anggota kru bertanya apakah mereka boleh menembaknya. Tanpa peringatan, seseorang mengeluarkan senjata api dan menembak aligator tersebut. Clavicular kemudian ikut menembak, menghujani hewan itu dengan peluru.
Aksi ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC) telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut. Menembak aligator, yang merupakan spesies yang dilindungi di Florida Selatan, dapat berakibat pada denda hingga $50.000 jika ditangani di tingkat federal.
Selain menembak aligator, Clavicular juga terlihat menembaki drone yang menurutnya digunakan untuk memata-matai mereka. Tindakan ini melanggar Florida Statute 790.15, yang melarang penggunaan senjata api di tempat umum atau dengan cara yang tidak aman. Pelanggaran ini dapat dikenakan hukuman hingga satu tahun penjara dan denda hingga $1.000.
Penangkapan dan investigasi terhadap Clavicular ini menjadi pukulan telak bagi karirnya sebagai streamer. Siaran marathon 30 harinya terpaksa dihentikan mendadak, dan belum ada kepastian kapan ia akan kembali mengudara. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para streamer lainnya untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan mempertimbangkan dampak dari konten yang mereka buat.






