eSportivo Fortnite – Bayangkan, sebuah game sederhana tentang mencari jarum di tumpukan jerami raksasa bisa mengguncang dunia gaming sampai ke fondasinya! Baru-baru ini, Nas Nakarus, otak di balik sensasi viral ‘Needle In A Haystack Simulator’, mengirimkan ‘permintaan maaf’ yang kocak namun penuh makna ke Steam. Bukan karena dia yang membanjiri platform itu dengan game-game serupa, tapi justru karena kesuksesan tak terduga karyanya yang memicu ‘tsunami’ kloningan!
Ini bukan sekadar lelucon, tapi tamparan keras bagi ekosistem game indie dan kebijakan moderasi platform. Klip video game-nya yang menunjukkan tantangan menemukan satu jarum di antara lima juta tumpukan jerami – bahkan dia sendiri mengaku belum pernah menemukannya – meledak di internet. Lebih dari 50 juta penayangan? Itu bukan lagi viral, itu sudah jadi pandemi digital! Dan tentu saja, para ‘copycat’ langsung mencium bau cuan.

Klon Game Jarum di Tumpukan Jerami Membanjiri Steam
Tak butuh waktu lama, screenshot yang menampilkan belasan game ‘mirip’ membanjiri hasil pencarian Steam mulai beredar di X (dulu Twitter) pada 23 September. Pemandangan itu, jujur saja, bikin geleng-geleng kepala. Nakarus, dengan nada serius yang kocak, langsung menanggapi: "Sebagai developer dari game yang viral itu, saya ingin secara resmi meminta maaf kepada toko Steam."
Reaksi dari komunitas gamer pun beragam, namun satu pengguna berhasil merangkum suasana hati banyak orang dengan julukan "Robloxification of Steam." Dan julukan itu bukan isapan jempol belaka. Ingat, di Roblox, ada 14 tiruan game ini muncul hanya dalam 48 jam setelah pengumumannya! Di Steam? Hampir sama cepatnya, setidaknya ada sembilan klon dalam hitungan hari, dengan nama-nama yang bikin pusing seperti ‘A Needle in a Haystack’, ‘CO-OP Needle Hunt’, bahkan yang lebih ‘brutal’ lagi: ‘Needle in a Million Haystacks’. Kebanyakan hanya mengubah sedikit formula aslinya, dan beberapa bahkan terang-terangan mengakui menggunakan AI dalam pembuatannya.
Sementara itu, Studio Bitdot, tim di balik game original, sampai harus memasang kotak merah besar di key art mereka yang bertuliskan "The viral one. The one and only." Halaman Steam mereka kini dengan sedih menyatakan: "Yang viral. Satu-satunya." Mereka bahkan memperingatkan para penggemar saat pendaftaran playtest ditutup (dengan lebih dari 23.000 sukarelawan!) bahwa sangat mudah untuk salah pilih tumpukan jerami. Game aslinya sendiri baru akan rilis akhir tahun ini. Pertanyaannya, apakah kita masih bisa menemukannya di tengah rimba tiruan ini?
Fenomena ini juga membuka mata kita tentang masa depan game yang mungkin semakin dipenuhi oleh kreasi instan, bahkan dari AI. Ini bukan hanya soal jarum di tumpukan jerami. Kloningan tanpa batas ini juga terlihat di kasus lain, seperti klon RuneScape buatan AI yang viral awal bulan ini, hanya karena kreatornya ‘meminta’ GPT-6 untuk ‘membangun RuneScape’. Ini menunjukkan betapa mudahnya ide dicuri dan direplikasi di era digital ini, bahkan dengan bantuan AI. Apa kabar masa depan originalitas game? Dan yang paling penting, bagaimana Steam akan menanggapi fenomena ‘Robloxification’ ini? Apakah mereka akan memperketat gerbang, atau membiarkan lautan kloningan ini terus meluas? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, seperti mencari jarum di tumpukan jerami… atau mungkin di lautan game KW.







