Skandal Slot Machine di Fortnite: Anak Jadi Target?

Bagoes anwar

Skandal Slot Machine di Fortnite: Anak Jadi Target?

eSportivo Fortnite – Fortnite bukan lagi sekadar arena Battle Royale yang memacu adrenalin. Dunia kreatifnya, terutama melalui pulau-pulau buatan komunitas yang tak terhitung jumlahnya, telah menjadi daya tarik tersendiri, menawarkan pengalaman bermain yang jauh melampaui sekadar tembak-menembak. Namun, di tengah euforia inovasi ini, sebuah mode Kreatif populer bernama "Steal A Brainrot" kini tersandung kontroversi besar, memicu kemarahan komunitas setelah memperkenalkan mekanisme "mesin slot" berbayar. Apakah ini awal dari era baru di mana dompet orang tua menjadi medan perang utama di Fortnite?

"Steal A Brainrot" sendiri telah meledak popularitasnya sejak diluncurkan pada tahun 2025. Namun, angin perubahan bertiup kencang di awal tahun 2026, seiring implementasi fitur transaksi mikro di UEFN (Unreal Editor for Fortnite). Fitur ini, yang seharusnya membuka peluang baru bagi para kreator, justru menjadi bumerang. Dulu, ekonomi di pulau-pulau Kreatif murni berputar pada mata uang dalam game yang diperoleh dari gameplay murni. Kini, dengan V-Bucks yang bisa dibeli dengan uang sungguhan, gerbang menuju mekanisme berbayar pun terbuka lebar.

Skandal Slot Machine di Fortnite: Anak Jadi Target?
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Para pemain kini menyuarakan kekecewaan, menuding mode tersebut "predator" dan mengecam Epic Games karena mengizinkan transaksi mikro di platform Kreatif. Pemicunya? Mekanisme mirip mesin slot yang terang-terangan memungkinkan pemain "berjudi" di dalam game.

Menurut laporan investigasi dari IGN, tak lama setelah pembaruan transaksi mikro diluncurkan, "Steal A Brainrot" mulai mematok harga fantastis 4.900 V-Bucks (setara sekitar $35 USD) untuk sebuah loot box bernama "Lucky Rot." Konon, kotak ini menjanjikan hewan brainrot langka. Namun, bukan loot box itu yang paling memicu amarah. Sorotan utama jatuh pada mekanisme "roda keberuntungan" yang oleh banyak pemain disamakan dengan mesin slot sungguhan.

Dengan 100 V-Bucks (sekitar $1) per putaran, pemain bisa memutar roda ini untuk kesempatan memenangkan berbagai hadiah, seperti Aqua Slap atau Secret Lucky Pot, masing-masing dengan probabilitas kemenangan yang berbeda. Ini adalah inti masalahnya.

Hal ini tentu saja membuat banyak pemain geram, mengingat mayoritas komunitas Fortnite adalah anak-anak. Gelombang kekecewaan membanjiri media sosial, berharap Epic Games akan mengambil tindakan tegas. "Ini jelas perjudian dan penipuan anak-anak. Ini harusnya ilegal!" tulis seorang pengguna di X (Twitter), mencerminkan sentimen umum. Pengguna lain menambahkan, "Sangat menyedihkan melihat transaksi mikro dan pendapatan iklan menargetkan anak-anak."

Beberapa pemain bahkan membandingkan situasi ini dengan platform lain yang juga populer di kalangan anak-anak, Roblox. "Bagian terburuknya adalah ini berhasil bagi para kreator dan developer. Mereka meraup untung besar dari anak-anak. Sama persis seperti yang terjadi di Roblox," komentar seorang pemain, menyoroti potensi eksploitasi yang mengkhawatirkan.

Pertanyaan besar kini menggantung di udara: Bagaimana respons Epic Games terhadap badai kritik ini akan membentuk masa depan UEFN dan transaksi mikro di dalamnya? Apakah mereka akan mengambil langkah untuk melindungi pemain muda dari praktik yang dianggap "predator," ataukah kita akan melihat lebih banyak mode Kreatif yang mengadopsi model serupa? Patut dinanti, apakah fitur ini akan bertahan ataukah tekanan komunitas akan memaksa perubahan signifikan. Masa depan ekonomi Kreatif Fortnite kini berada di persimpangan jalan, dan semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari sang pengembang.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar