eSportivo Fortnite – Komunitas Valorant, siap-siap buat kabar gembira yang udah ditunggu-tunggu bertahun-tahun! Setelah perjuangan panjang dan keluhan yang tak henti, anti-cheat Vanguard dari Riot Games akhirnya mendapatkan ‘buff’ yang paling diminta: mode on-demand! Ini adalah momen epik bagi para pemain yang mendambakan pengalaman gaming lebih nyaman tanpa mengorbankan integritas kompetisi.
Sejak Valorant meluncur di tahun 2020, Vanguard memang jadi topik panas. Kenapa? Karena sistem anti-cheat ini langsung nangkring di PC kalian saat startup dan tetap aktif 24/7, mau kalian main Valorant atau nggak. Komunitas bilang itu invasif, Riot bilang itu perlu. Perdebatan ini kayak match overtime yang nggak ada habisnya, dan satu pertanyaan selalu muncul: kenapa anti-cheat harus jalan kalau gamenya aja nggak dibuka?

Tapi, para player sekarang bisa bernapas lega! Menurut pengumuman resmi di situs Riot Games pada 24 Juni lalu, Vanguard kini mendukung mode on-demand. Artinya, driver anti-cheat ini bakal tidur nyenyak sampai kalian benar-benar meluncurkan game dari Riot. Ini adalah perubahan besar yang menunjukkan bahwa Riot mendengarkan feedback komunitas tanpa kompromi pada keamanan.
Tentu saja, ada ‘syarat dan ketentuan berlaku’ alias Vanguard Pre-Check. Untuk bisa menikmati fitur ini, PC kalian harus memenuhi beberapa spesifikasi hardware dan software, termasuk Windows 11 25H2, Secure Boot, TPM 2.0, IOMMU, dan Virtualization-Based Security. Riot sendiri menyebutkan bahwa sekitar 35% basis pemainnya sudah memenuhi kualifikasi ini, dan angka itu terus bertambah 1-2% setiap bulannya. Jadi, kalau PC kalian belum siap, mungkin ini saatnya buat upgrade ‘rig’ kalian!
Lalu, kenapa perubahan ‘meta’ ini baru bisa terjadi sekarang? Jawabannya ada pada fungsionalitas Windows terbaru yang dikembangkan bersama tim Xbox OS Security dari Microsoft. Fitur keren bernama Runtime Driver Attestation inilah yang jadi ‘game changer’. Fitur ini memungkinkan Vanguard memverifikasi bahwa tidak ada driver cheat yang dimuat sebelum game diluncurkan, bahkan jika Vanguard sendiri belum aktif untuk memantaunya.
Ini adalah ‘missing piece’ yang membuat Vanguard harus selalu aktif. Tanpa fitur ini, cheater bisa saja memuat driver yang rentan, menghapusnya, dan tidak meninggalkan jejak sebelum Vanguard sempat booting. Nah, laporan attestation ini menutup celah itu secara ‘native’, memastikan medan pertempuran tetap fair dan kompetitif.
Ini bukan kali pertama Vanguard jadi sorotan karena langkah anti-cheatnya yang agresif. Ingat di bulan Mei lalu, Vanguard sukses mengubah hardware cheat DMA senilai ribuan dolar jadi ‘pemberat kertas’ seharga $6K? Riot Games memang serius banget dalam menjaga integritas kompetisi, dan langkah on-demand ini menunjukkan bahwa mereka juga mendengarkan komunitas tanpa mengorbankan keamanan. Siap-siap, karena masa depan gaming yang lebih bersih di Valorant kini bukan lagi mimpi! Untuk informasi lebih lanjut mengenai langkah-langkah anti-cheat Riot, kalian bisa terus pantau esportivonews.com.







