Esportivonews.com – Sebuah aksi kriminal yang tak terduga kembali mengguncang Florida, Amerika Serikat. Seorang pria yang seharusnya menjalani masa pembebasan bersyarat justru kembali beraksi dengan modus lama yang sangat ikonik. David Sartin Jr., pria berusia 40 tahun, kini harus menghadapi ancaman hukuman penjara yang sangat berat setelah dituduh melakukan serangkaian perampokan bank dengan menggunakan penyamaran yang sama seperti bertahun-tahun lalu.
Rekam jejak kriminal Sartin bukanlah hal baru bagi aparat penegak hukum. Sejak tahun 2008, ia sudah tercatat pernah mencoba merampok bank bersama seorang rekan menggunakan topeng bertema Halloween. Tak berhenti di situ, pada tahun 2016, ia kembali menghebohkan Texas dengan merampok lima bank sekaligus menggunakan penyamaran masker. Ironisnya, setelah dinyatakan bebas bersyarat dari kasus di Texas tersebut, ia justru kembali melakukan aksi serupa di wilayah Largo dan St. Petersburg, Florida.

Berdasarkan laporan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Sartin diduga masuk ke dalam bank dengan menggunakan topeng prostetik wajah kakek-kakek yang dilengkapi dengan rambut abu-abu. Penyamaran ini identik dengan yang ia gunakan dalam aksi perampokan di Texas pada tahun 2016 silam. Dalam aksinya, ia tidak hanya menodongkan ancaman, tetapi juga memberikan instruksi spesifik kepada petugas bank agar tidak memasukkan paket pewarna (dye pack) ke dalam uang yang ia tuntut.
Pihak kepolisian berhasil menyusun kronologi melalui berbagai bukti digital dan fisik. Dalam perampokan pertama, Sartin diketahui menggunakan sepeda untuk mendekati lokasi bank sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan kendaraan yang sudah terparkir di dekat sana. Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi melihat sebuah kendaraan kembali ke kediaman tersangka, di mana seorang pria yang menyerupai Sartin terlihat menurunkan sebuah sepeda.
Kejanggalan semakin menguat ketika pada hari berikutnya, Sartin terlihat menyemprotkan cat hitam ke bagian atap mobilnya yang berwarna putih. Saat petugas melakukan penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan sepeda, dua set jas, serta tas hitam yang sangat mirip dengan barang bukti yang digunakan saat perampokan.
Pencarian lebih lanjut di unit penyimpanan milik tersangka membawa hasil yang lebih mengejutkan. Polisi menemukan topeng "kakek tua" berambut abu-abu, kacamata berbingkai gelap, senjata api mainan, serta pakaian yang identik dengan yang dikenakan saat aksi perampokan berlangsung.
Namun, yang paling mencengangkan adalah penemuan sebuah jurnal tulisan tangan milik Sartin. Jurnal tersebut memiliki judul yang sangat tidak lazim, yakni "Teman Terbaik Tuhan adalah Perampok Bank! Paman Henry Mengintai dan Merampok Dunia melalui Mata Seorang Perampok Bank". Di dalam buku tersebut, terdapat sketsa seseorang yang memegang topeng disertai tulisan misterius mengenai wajah yang sedang menatap topeng tersebut.
Kini, David Sartin Jr. harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Jika terbukti bersalah atas kedua dakwaan perampokan terbaru ini, ia terancam mendekam di balik jeruji besi hingga 20 tahun lamanya. Kasus ini menjadi pengingat bagi aparat bahwa penyamaran yang dianggap cerdik sekalipun, pada akhirnya akan terbongkar oleh ketelitian investigasi.







