Misteri Penyakit Kuno dalam Buku Tua

Bagoes anwar

Misteri Penyakit Kuno dalam Buku Tua

Esportivonews.com – Sebuah penemuan mengejutkan baru saja mengguncang dunia sains dan sejarah. Para peneliti berhasil menemukan jejak DNA dari sebuah penyakit kuno yang tersembunyi di dalam lembaran manuskrip Kristen berusia 1.000 tahun. Penemuan ini tidak hanya membuka tabir sejarah kesehatan masa lalu, tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai bagaimana virus berevolusi selama ribuan tahun.

Objek penelitian tersebut adalah York Gospels, sebuah manuskrip bersejarah yang ditulis oleh para juru tulis Anglo-Saxon di Canterbury pada abad ke-10. Selama berabad-abad, naskah suci ini tersimpan dengan aman di York Minster. Namun, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University College Dublin (UCD) mengungkapkan fakta yang tidak terduga: di balik keindahan tulisan kuno tersebut, terdapat sisa-sisa genetik dari virus sheeppox.

Misteri Penyakit Kuno dalam Buku Tua
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Virus sheeppox atau cacar domba dikenal sebagai penyakit yang sangat menular dan mematikan bagi hewan, terutama pada usia muda. Meskipun selama ini diyakini tidak berdampak langsung pada manusia, keberadaan DNA virus ini dalam sebuah artefak sejarah memberikan dimensi baru dalam studi patogen.

Para peneliti menjelaskan bahwa jejak penyakit tersebut ditemukan pada perkamen yang digunakan sebagai media tulis manuskrip. Perlu diketahui bahwa pada masa itu, perkamen dibuat dari kulit hewan. Hal yang membuat para ilmuwan terheran-heran adalah jenis kulit yang digunakan. Alih-alih menggunakan kulit domba sebagaimana namanya, hasil analisis menunjukkan bahwa perkamen tersebut berasal dari kulit anak sapi atau kambing.

Fenomena ini memicu spekulasi ilmiah yang menarik. Para ahli menduga ada dua kemungkinan utama: terjadi infeksi lintas spesies (cross-species infection) atau adanya kontaminasi selama proses pembuatan perkamen di masa lampau. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya interaksi antara hewan dan lingkungan pada abad pertengahan.

University College Dublin menyebut manuskrip York Gospels ini sebagai sebuah "kapsul waktu biologis". Manuskrip ini bukan sekadar catatan religius, melainkan penyimpan bukti nyata mengenai keberadaan virus yang telah melintasi zaman.

Louis L’Hôte, penulis utama studi tersebut, menyatakan bahwa penemuan ini membuka peluang besar bagi penelitian di masa depan. Ia berpendapat bahwa arsip dan perpustakaan di seluruh dunia kemungkinan besar menyimpan jejak genetik dari wabah penyakit hewan yang pernah terjadi di masa lalu.

"Genom ini membantu kita memahami bagaimana patogen berevolusi dan bagaimana mereka memengaruhi masyarakat di masa lalu. Contohnya adalah virus sheeppox, yang kami tunjukkan telah menyerang kawanan domba di Eurasia selama setidaknya tiga setengah milenium," ujar L’Hôte.

Lebih jauh lagi, penelitian ini memiliki urgensi praktis bagi dunia medis modern. L’Hôte menambahkan bahwa patogen tersebut masih menjadi ancaman bagi peternakan hingga saat ini. Dengan mempelajari DNA kuno ini, para ilmuwan berharap dapat menemukan kunci untuk mengeradikasi atau membasmi virus tersebut secara total di masa depan. Penemuan ini membuktikan bahwa sejarah bukan hanya tentang teks dan peristiwa, tetapi juga tentang jejak biologis yang tertinggal dalam benda-benda yang kita anggap mati.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar