Misteri Objek Raksasa di Pinggir Tata Surya

Bagoes anwar

Misteri Objek Raksasa di Pinggir Tata Surya

Esportivonews.com – Dunia astronomi kembali digemparkan oleh penemuan sebuah objek misterius yang diduga kuat merupakan planet kerdil baru di tepian Tata Surya kita. Objek yang terletak jauh di luar orbit Neptunus ini memicu spekulasi besar di kalangan ilmuwan mengenai potensi adanya anggota baru dalam daftar benda langit yang mengorbit Matahari.

Selama ini, kita mengenal delapan planet utama dalam Tata Surya, namun wilayah luar yang sangat luas menyimpan banyak rahasia. Salah satu yang paling fenomenal adalah Pluto, yang sempat menjadi perbincangan hangat ketika statusnya diturunkan dari planet menjadi planet kerdil pada tahun 2006. Kini, penemuan objek dengan kode 2026 ED138 membuka kemungkinan bahwa daftar planet kerdil akan bertambah panjang.

Misteri Objek Raksasa di Pinggir Tata Surya
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Berdasarkan data awal, objek yang diberi nama 2026 ED138 ini diperkirakan memiliki diameter antara 370 hingga 930 mil. Jika perhitungan ini terbukti akurat, maka ia akan menjadi salah satu objek terbesar dalam kategorinya yang pernah ditemukan manusia. Penemuan ini bermula dari pengamatan mendalam menggunakan Vera C. Rubin Observatory di Chile, sebuah fasilitas canggih yang menaungi kamera digital terbesar yang pernah diciptakan di dunia.

Astronom Matthew Holman, sosok di balik penemuan ini, menceritakan momen emosional saat pertama kali melihat objek tersebut. Melalui analisis citra yang diambil pada awal tahun 2026, Holman menemukan keberadaan benda asing ini pada 13 Oktober. Ia mengaku sempat merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Reaksi pertama saya adalah rasa tidak percaya yang bercampur dengan kegembiraan. Objek seperti ini sangat jarang ditemukan, jadi saya segera memeriksa kembali apakah itu kesalahan pengamatan saya atau sekadar kesalahan pada kode program," ungkap Holman.

Saat ini, posisi 2026 ED138 berada pada jarak sekitar 46 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan dengan jarak Bumi ke Matahari. Posisi ini menempatkannya jauh melampaui orbit rata-rata Pluto. Alasan mengapa objek sebesar ini bisa luput dari pengamatan selama bertahun-tahun adalah karena lokasinya yang berada di area langit yang sangat padat dengan jutinya bintang, sehingga sangat sulit untuk dibedakan.

Secara ilmiah, sebuah benda langit dapat diklasifikasikan sebagai planet kerdil jika ia mengorbit Matahari, memiliki massa yang cukup untuk membentuk gravitasi yang membuatnya berbentuk bulat, namun belum mampu membersihkan jalur orbitnya dari objek lain. Saat ini, baru ada lima planet kerdil yang diakui secara resmi, yakni Pluto, Ceres, Eris, Haumea, dan Makemake.

Para ilmuwan kini tengah melakukan observasi lanjutan untuk memastikan ukuran serta bentuk pasti dari 2026 ED138. Jika semua syarat terpenuhi, objek ini akan resmi menyandang status sebagai planet kerdil. Penemuan ini juga memberikan sinyal kuat bahwa masih banyak objek raksasa lainnya yang bersembunyi di kegelapan luar Tata Surya, menunggu untuk ditemukan.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar