Misteri Hilangnya Mr Popo di Dragon Ball Daima

Bagoes anwar

Misteri Hilangnya Mr Popo di Dragon Ball Daima

Esportivonews.com – Dunia animasi kembali diguncang oleh kontroversi sensor yang tidak biasa. Serial terbaru dari waralaba legendaris karya mendiang Akira Toriyama, Dragon Ball Daima, mendadak menjadi buah bibir setelah penayangannya di Prancis. Bukan karena alur ceritanya yang seru, melainkan karena hilangnya salah satu karakter ikonik, Mr. Popo, dari layar kaca.

Sejak memulai debut televisinya di saluran Gulli pada awal November 2026, para penggemar di Prancis menyadari adanya kejanggalan yang mencolok. Karakter Mr. Popo, yang selama ini dikenal sebagai pelayan setia Kami dan Dende, seolah-olah "dihapus" secara paksa dari setiap adegan yang melibatkan dirinya.

Misteri Hilangnya Mr Popo di Dragon Ball Daima
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Berdasarkan laporan dari Journal du Geek, proses penghapusan ini dilakukan dengan cara yang cukup ekstrem. Pihak penyiar tidak sekadar memotong dialog, tetapi melakukan penyuntingan visual yang masif. Adegan-adegan yang menampilkan Mr. Popo dipotong, diperbesar (zoom in) pada bagian lain, atau diedit sedemikian rupa agar sosoknya tidak tertangkap kamera sama sekali.

Namun, ada satu hal yang membuat penonton merasa bingung dan geram. Meski wujud fisiknya tidak terlihat, suara Mr. Popo ternyata masih terdengar dalam beberapa adegan. Hal ini menciptakan situasi yang absurd di mana karakter tersebut secara teknis "ada" melalui audio, namun "tiada" secara visual. Fenomena ini memicu kemarahan di media sosial, terutama di platform X, di mana para penggemar mempertanyakan alasan di balik keputusan sensor yang dianggap setengah hati tersebut.

Kontroversi mengenai desain karakter Mr. Popo sebenarnya bukanlah hal baru. Selama puluhan tahun, karakter ini selalu menjadi subjek perdebatan hangat. Sebagian kritikus berpendapat bahwa fitur fisik Mr. Popo, seperti kulit gelap dan bibir merah yang mencolok, menyerupai karikatur rasis yang ofensif. Di sisi lain, para pembela desain ini berargumen bahwa Mr. Popo tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan ras tertentu. Mereka merujuk pada kemiripan visual dengan Mahakala, sosok dewa pelindung dalam tradisi Hindu dan Buddha yang memiliki kulit gelap.

Langkah sensor ini ternyata bukan pertama kalinya dilakukan terhadap waralaba Dragon Ball. Pada tahun 2010, penayangan Dragon Ball Z Kai di Amerika Serikat melalui saluran CW sempat mengubah warna kulit Mr. Popo menjadi biru untuk menghindari sensitivitas rasial. Selain Prancis, Jerman juga dilaporkan melakukan langkah serupa saat anime ini tayang di Toggo Plus.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gulli maupun Toei Animation Europe mengenai alasan spesifik di balik penghapusan visual tersebut. Hal ini menjadi ironis mengingat Dragon Ball Daima justru dirancang untuk memberikan petunjuk baru mengenai asal-usul misterius Mr. Popo. Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan versi asli tanpa sensor, seluruh episode dapat diakses melalui layanan streaming global seperti Crunchyroll dan Netflix.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar