Esportivonews.com – Dunia media sosial kembali diguncang oleh aksi tidak terpuji seorang pembuat konten demi mengejar popularitas. Kali ini, seorang pemengaruh (influencer) kebugaran asal Ukraina, Vadym Oleynik, harus menghadapi kecaman keras dari aktivis lingkungan dan otoritas setempat setelah melakukan tindakan yang dianggap menyiksa satwa liar yang dilindungi.
Insiden ini bermula saat Oleynik, pria berusia 32 tahun, sedang melakukan perjalanan wisata di Oman bersama pasangannya, Olena Kravchenko. Alih-alih menikmati keindahan alam dengan cara yang bertanggung jawab, pasangan ini justru tertangkap kamera melakukan aksi yang sangat kontroversial. Mereka terlihat duduk di atas tempurung seekor penyu laut yang sedang dalam proses bertelur.

Aksi tersebut dengan cepat menyebar luas di jagat maya dan memicu gelombang kemarahan dari para konservasionis serta pecinta hewan di seluruh dunia. Tidak hanya duduk di atas penyu dewasa, pasangan ini juga dituduh mengambil dan memegang tukik atau bayi penyu yang baru saja menetas. Dalam sebuah rekaman video yang beredar, Oleynik tampak berkali-kali menumpukan berat tubuhnya pada penyu tersebut demi mendapatkan pose foto yang dianggap "estetik" untuk konten media sosialnya. Selain itu, ia juga terlihat memegang bayi penyu dengan cara yang membuat hewan kecil tersebut tampak kesulitan bernapas dan berjuang melepaskan diri dari genggamannya.
Menanggapi badai kritik yang menerpanya, Oleynik akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia berdalih bahwa dirinya tidak mengetahui adanya aturan ketat mengenai perlindungan satwa di lokasi tersebut. "Saya tidak melihat adanya aturan. Saya melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada semua orang," ujar Oleynik dalam pernyataan resminya.
Namun, permintaan maaf tersebut tampaknya tidak cukup bagi organisasi lingkungan. Lembaga amal asal Ukraina, United For Animals, mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam tindakan tersebut. Mereka menyebut aksi Oleynik sebagai bentuk kebiadaban dan pengabaian total terhadap nilai kehidupan, terutama karena gangguan tersebut dilakukan saat penyu sedang dalam fase krusial, yakni bertelur.
Dampak dari tindakan ini pun merembet ke ranah hukum. Otoritas Lingkungan Oman dilaporkan telah mengambil langkah hukum tegas terkait insiden ini. Meski ada laporan yang menyebutkan bahwa Oleynik dan pasangannya sempat ditahan, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status penahanan mereka.
Pihak pengelola Ras Al Jinz kembali mengingatkan para wisatawan bahwa menyentuh atau mengganggu penyu adalah tindakan terlarang. Pengunjung sangat diimbau untuk mengamati satwa tersebut dari jarak aman guna menjaga kelestarian mereka.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi kreator konten yang mengeksploitasi hewan demi engagement. Sebelumnya, dunia internet juga dihebohkan oleh YouTuber Ross Creations yang menggunakan alat pelontar terhadap opossum, hingga kasus penelantaran hewan yang dilakukan demi skenario konten palsu. Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa popularitas digital tidak boleh dibayar dengan mengorbankan etika dan kelestarian alam.







