Ketegangan Melanda Streamer di Taksi Tanpa Sopir

Bagoes anwar

Ketegangan Melanda Streamer di Taksi Tanpa Sopir

Esportivonews.com – Sebuah insiden mencekam baru saja menimpa seorang pembuat konten populer, Nick White, saat ia tengah melakukan siaran langsung di tengah perjalanan. Bukan karena gangguan teknis atau komentar negatif penonton, melainkan karena aksi swatting yang membuatnya harus berhadapan langsung dengan aparat kepolisian di dalam sebuah taksi otonom Waymo.

Kejadian yang berlangsung di Austin ini bermula saat White sedang menikmati perjalanannya menggunakan layanan taksi tanpa pengemudi. Melalui kamera livestreaming-nya, penonton awalnya hanya melihat suasana perjalanan biasa, hingga tiba-tiba suara sirine polisi terdengar nyaring di latar belakang. Suasana berubah drastis ketika sistem kecerdasan buatan milik Waymo mengumumkan bahwa kendaraan sedang mencari tempat yang aman untuk menepi.

Ketegangan Melanda Streamer di Taksi Tanpa Sopir
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

"Polisi sedang menghentikan saya," ujar White dengan nada tegang kepada para penontonnya saat menyadari mobil tersebut dipaksa berhenti oleh petugas.

Begitu kendaraan berhenti sempurna, situasi semakin intens. Meskipun White telah mencoba menjelaskan bahwa ia sedang melakukan siaran langsung, petugas kepolisian tetap menjalankan prosedur keamanan yang ketat. White diperintahkan untuk segera keluar dari mobil, mengangkat tangan, dan berjalan mundur ke arah petugas. Kamera siaran langsung sempat kehilangan pandangan terhadap White saat ia dipaksa menjauh dari kendaraan untuk menjalani pemeriksaan awal.

Ketegangan tidak berhenti di situ. Karena kendaraan tersebut tidak memiliki pengemudi manusia, polisi harus melakukan koordinasi khusus dengan pihak Waymo. Seorang petugas terlihat berbicara melalui jendela taksi yang terbuka untuk menghubungi tim dukungan pengendara Waymo. Petugas menjelaskan bahwa mereka sedang menindaklanjuti laporan swatting—sebuah aksi kriminal di mana seseorang membuat laporan palsu ke polisi agar tim taktis menyerbu lokasi target.

"Kami menerima laporan kemungkinan swatting terhadap seseorang di dalam mobil Anda, namun kami sedang membereskan masalah ini," ujar petugas kepada pihak Waymo.

Polisi kemudian meminta pihak Waymo untuk membuka kunci pintu kendaraan secara jarak jauh agar mereka dapat memeriksa sebuah koper yang ditinggalkan White di kursi belakang. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman berbahaya di dalam mobil. Setelah pemeriksaan selesai, barulah diketahui bahwa koper tersebut berisi koleksi kartu Pokemon yang nilainya sangat fantastis, yakni mencapai lebih dari 200 ribu dolar AS atau setara dengan miliaran rupiah.

Pasca insiden tersebut, White tampak sangat terguncang. "Itu sama sekali tidak menyenangkan. Saya benar-benar tidak menyukainya," ungkapnya dengan raut wajah lelah.

White mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi target penguntit selama hampir tiga bulan terakhir. Ia menuduh pelaku terus memantau setiap siarannya dan sengaja melakukan panggilan telepon palsu ke berbagai tempat bisnis yang ia kunjungi. Meskipun laporan telah dibuat ke pihak berwenang, teror ini tampaknya belum berhenti. White merasa sangat frustrasi karena harus menghadapi intimidasi seberat ini hanya karena kegemarannya melakukan siaran langsung bertema Pokemon.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar