Kacamata AR Snapchat: Epic Fail atau Meta Baru?

Bagoes anwar

Kacamata AR Snapchat: Epic Fail atau Meta Baru?

eSportivo Fortnite – Bos besar Snapchat, Evan Spiegel, baru saja "terjun bebas" ke medan pertempuran opini publik, mati-matian mempertahankan "loot" terbarunya: kacamata augmented reality (AR) bernama ‘Specs’. Ironisnya, item baru ini justru membuat "HP" saham Snapchat anjlok parah, seolah terkena "storm" di awal game. Apakah ini akan jadi "epic fail" seperti Spectacles di masa lalu, atau justru "meta" yang akan mengubah permainan di masa depan?

Selama ini, banyak "player" di industri teknologi mencoba peruntungan dengan kacamata pintar. Ingat "patch" Google Glass yang kurang optimal? Atau Ray-Bans dari Meta yang, meski lebih sukses, tetap memicu "bug" privasi dan bahkan digunakan untuk "cheat" di ujian sekolah? Kini, Snapchat mencoba "dropping in" ke arena yang sama dengan Specs mereka. Secara kapabilitas, Specs mirip dengan Ray-Bans Meta, menawarkan pengalaman AR yang imersif. Namun, "pendaratan" Specs kali ini jauh dari mulus.

Kacamata AR Snapchat: Epic Fail atau Meta Baru?
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Pengumuman Specs pada 16 Juni lalu langsung memicu "damage" besar pada saham SNAP. Harga sahamnya "ter-knocked" hingga 9% dalam sehari, ditutup di angka $5.16, dan secara keseluruhan sudah "kehilangan shield" hampir 40% dalam setahun terakhir. Komunitas di media sosial pun tak segan melontarkan "emote" ejekan. Banyak yang menyebut desainnya "jelek" dan "konyol," seolah melihat "skin" yang paling tidak menarik di Battle Pass. "Aku akan membelinya karena aku belum cukup sering dipukuli," canda seorang pengguna, sementara yang lain menambahkan, "Bagian belakang dekat telinga itu membuatnya terlihat seperti lelucon, bukan produk serius."

Meski dihantam "zona merah" pasar dan "toxic chat" komunitas, CEO Snap Inc., Evan Spiegel, tetap "bertahan" dan melakukan "build defense" yang kuat. Ia menyatakan Specs adalah "awal era baru dalam komputasi." Spiegel menjelaskan, "Banyak pilihan desain kacamata ini berasal dari pengalaman pengguna, bukan sekadar mencoba memasukkan kamera dan mikrofon ke dalam bingkai kacamata hitam yang sudah ada." Ia juga menekankan pentingnya privasi, "SPECS hanya akan berfungsi jika orang mempercayainya. Privasi harus dibangun sejak awal." Ini seperti "strategi late-game" yang mengandalkan kepercayaan dan pengalaman pengguna.

Untuk "loot" item ini, kamu harus merogoh kocek sebesar $2,195 di AS dan £1,995 di Inggris, dengan pengiriman dimulai pada musim gugur. Prancis juga akan menjadi salah satu "map" awal peluncuran. Untuk "pre-order," kamu perlu membayar deposit $200 yang bisa dikembalikan. Ini seperti "membeli skin langka" dengan harga premium.

Ini bukan "ronde" pertama Snapchat di arena kacamata pintar. Pada tahun 2016, mereka pernah meluncurkan "Spectacles" yang serupa. Kacamata hitam berkamera itu bisa merekam klip video hingga 10 detik. Namun, "patch" pertama Spectacles ini "gagal total," menyebabkan Snapchat "kehilangan V-Bucks" sebesar $40 juta. Mereka sempat mencoba "buff" dengan update kamera pada 2018 dan 2019, tapi tampaknya "meta" belum berpihak pada mereka.

Dengan harga yang "sultan" dan reaksi pasar yang "dingin," apakah Specs akan menjadi "item legendaris" yang mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital, atau hanya akan berakhir sebagai "loot sampah" yang terlupakan di "inventory" sejarah teknologi? Hanya waktu yang akan menjawab apakah "shotcaller" Evan Spiegel berhasil membawa timnya menuju "Victory Royale" di era AR ini.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar