Esportivonews.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia keamanan siber konsol permainan. Sony, perusahaan raksasa di balik PlayStation, dilaporkan baru saja memberikan hadiah uang tunai sebesar 50.000 dolar AS atau setara dengan sekitar Rp780 juta kepada seorang peneliti keamanan. Hadiah fantastis ini diberikan sebagai apresiasi atas temuan celah keamanan "kritis" yang dilaporkan secara privat kepada perusahaan.
Peneliti yang menerima dana besar tersebut adalah seorang individu yang dikenal dengan nama Jordy, atau lebih populer di platform HackerOne dengan nama pengguna 2tonejordy. Setelah menerima pembayaran tersebut, Jordy membagikan kabar bahagianya melalui unggahan di media sosial X. Menariknya, ia merespons hadiah besar tersebut dengan nada bercanda yang sangat relevan dengan komunitas gamer.

"Setidaknya dengan uang ini, saya rasa saya bisa membeli GTA 6," tulis Jordy dalam unggahannya yang langsung menarik perhatian banyak netizen. Candaan ini merujuk pada judul gim yang paling dinantikan di dunia saat ini, Grand Theft Auto VI, yang diprediksi akan menjadi fenomena global.
Melalui program bug bounty yang dikelola secara resmi, Sony memberikan imbalan kepada para peneliti keamanan yang berhasil menemukan kelemahan sistem dan melaporkannya secara tertutup. Langkah ini diambil agar Sony memiliki waktu yang cukup untuk menyelidiki, menguji, dan memperbaiki celah tersebut sebelum jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab atau peretas jahat.
Meskipun jumlah hadiahnya sangat besar, detail mengenai jenis celah keamanan yang ditemukan Jordy masih dirahasiakan oleh pihak Sony. Laporan publik tidak menyebutkan secara spesifik apakah kerentanan tersebut menyerang sistem operasi PlayStation 5, keamanan akun pengguna, atau infrastruktur toko digital mereka. Namun, klasifikasi "kritis" menunjukkan bahwa temuan ini memiliki potensi dampak yang sangat serius jika tidak segera ditangani.
Kasus ini kembali membangkitkan ingatan publik pada perselisihan sebelumnya yang melibatkan Jordy dan peneliti ternama lainnya, Andy "TheFlow" Nguyen. Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan mengenai pelaporan kerentanan hypervisor pada PS5. Saat itu, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu yang tepat untuk mengungkap temuan tersebut ke publik.
Jordy sendiri sebelumnya sempat terlibat dalam diskusi mengenai penundaan pengungkapan celah keamanan demi kepentingan komunitas, termasuk rencana pengembangan dukungan Linux pada konsol tersebut. Namun, hadiah 50.000 dolar yang diterima kali ini merupakan pencapaian baru yang terpisah dari konflik masa lalu tersebut.
Berdasarkan data dari platform HackerOne, hadiah maksimal sebesar 50.000 dolar AS adalah angka yang sangat langka. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat hanya ada satu peneliti lain yang berhasil meraih nominal tertinggi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa temuan yang dilakukan Jordy benar-benar merupakan ancaman tingkat tinggi yang berhasil diselamatkan oleh sistem keamanan Sony. Sejak dibuka untuk umum pada Juni 2020, program ini terus menjadi garda terdepan Sony dalam menjaga ekosistem PlayStation tetap aman bagi jutaan pemain di seluruh dunia.







