Esportivonews.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia modifikasi gim ketika proyek ambisius yang mencoba menghadirkan Grand Theft Auto V (GTA 5) ke konsol Nintendo Switch harus menemui ajalnya. Kelompok modder yang dikenal sebagai Paralympics Productions secara resmi mengumumkan pembubaran grup mereka setelah menghadapi tekanan hukum dari Take-Two Interactive, perusahaan induk dari Rockstar Games.
Selama ini, GTA 5 tidak pernah mendapatkan rilis resmi untuk konsol genggam milik Nintendo tersebut. Namun, tim Paralympics Productions berhasil melakukan pencapaian teknis yang luar biasa dengan membawa dunia Los Santos ke dalam perangkat Nintendo Switch melalui modifikasi perangkat lunak. Proyek ini sempat mencuri perhatian luas karena mampu menjalankan gim secara langsung pada perangkat keras Switch tanpa bergantung pada layanan streaming atau sistem operasi lain seperti Android maupun Linux.

Meski dianggap sebagai prestasi teknis yang mengagumkan, proyek ini menyimpan masalah hukum yang serius. Kabarnya, pengembangan port tidak resmi ini menggunakan kode sumber (source code) GTA 5 yang bocor ke publik. Hal inilah yang memicu tindakan tegas dari pihak Rockstar Games untuk melindungi hak kekayaan intelektual mereka.
Melalui unggahan di platform X pada akhir September lalu, pengembang utama yang menggunakan nama M0jso mengonfirmasi bahwa kelompok mereka akan berhenti beroperasi sepenuhnya pada 3 Oktober. Dalam pernyataan emosionalnya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang telah menemani perjalanan panjang pengembangan proyek ini.
"Saya berterima kasih atas kemurahan hati Take-Two, jadi ini adalah akhir yang definitif," tulis M0jso. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada komunitas karena tidak mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang telah diletakkan di pundak mereka.
Menanggapi spekulasi dari netizen yang merasa Take-Two akan kalah jika kasus ini dibawa ke ranah pengadilan, M0jso bersikap realistis. Ia mengakui bahwa posisi hukum perusahaan tersebut sangat kuat. Ia merasa tidak memiliki dasar yang cukup untuk memenangkan sengketa tersebut, terutama karena sikapnya yang sempat dianggap terlalu percaya diri dalam melakukan modifikasi tersebut.
Secara teknis, port GTA 5 versi modifikasi ini memang memiliki keterbatasan. Tanpa melakukan overclocking, performa gim hanya berkisar antara 10 hingga 25 frame per second (fps). Bahkan pada konsol Switch OLED yang telah di-overclock, angka tersebut hanya mampu menyentuh 30 fps pada adegan yang tidak terlalu berat.
Kasus ini menambah daftar panjang konflik antara Rockstar Games dengan para pengembang proyek penggemar (fan project). Sebelumnya, Rockstar juga telah menindak proyek Liberty City Preservation Project serta mod berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Sentient Streets. Langkah tegas ini menunjukkan bahwa Rockstar tidak akan memberikan toleransi terhadap penggunaan aset mereka dalam proyek yang tidak resmi, meskipun proyek tersebut dibuat atas dasar kecintaan terhadap gim tersebut.







