eSportivo Fortnite – Para Traveler Genshin Impact, bersiaplah untuk kabar yang akan membuat kalian bersorak! Pengadilan di Shanghai baru saja mengukir sejarah, menjatuhkan vonis berat kepada sebuah perusahaan AI yang nekat mengkloning suara karakter favorit kita dari Genshin Impact. Ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan sebuah epic win bagi miHoYo, developer di balik game fenomenal ini, yang berhasil mengantongi lebih dari $100.000! Sebuah "headshot" telak bagi mereka yang mencoba mengambil jalan pintas di dunia digital.
Fenomena kloning suara berbasis AI memang sedang menjadi "meta" panas di berbagai lini hiburan. Beberapa minggu lalu, kita mendengar keluhan pilu dari Megumi Ogata, pengisi suara legendaris Evangelion, yang menyebut praktik ini "memilukan" dan menyerukan regulasi ketat di Jepang. Kini, giliran pengadilan Tiongkok yang menarik garis tegas, dan kali ini, garis itu dilengkapi dengan "tagihan" yang tidak main-main.

Bayangkan saja, Genshin Impact memiliki ratusan karakter dengan pengisi suara penuh, dan jutaan pemain yang bisa langsung mengenali setiap nuansa suara mereka. Jadi, ketika sebuah perusahaan eksternal mulai "menjarah" 63 suara karakter tersebut untuk keuntungan pribadi, tentu saja miHoYo tidak tinggal diam. Ini seperti ada yang mencoba mengambil loot eksklusif dari vault tanpa izin!
Pada tanggal 10 September, Pengadilan Rakyat Distrik Baru Pudong di Shanghai mengeluarkan putusan yang mewajibkan penyedia suara AI yang tidak disebutkan namanya untuk membayar miHoYo sebesar 750.000 Yuan Tiongkok, atau sekitar $112.000. Denda ini dijatuhkan karena perusahaan tersebut secara ilegal mereproduksi 63 suara karakter Genshin Impact dan menjualnya kembali sebagai paket suara. Menurut laporan dari media Tiongkok, The Paper, layanan ini bahkan memungkinkan pengguna untuk menukar suara mereka dengan suara karakter secara real-time dalam percakapan. Lebih parahnya lagi, miHoYo mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut juga mencuri art dan animasi karakter untuk iklan mereka, menempelkan wajah Genshin yang dimodifikasi pada avatar, dan membiarkan pembeli melihat pratinjau dialog curian sebelum melakukan pembayaran. Sebuah pelanggaran hak cipta yang terang-terangan!
Pihak penyedia AI mencoba melakukan "counter-attack" dengan berargumen bahwa model mereka hanya merefleksikan input dari pengguna, dan bahwa hak cipta seharusnya milik para aktor suara, bukan miHoYo. Namun, para hakim tidak goyah. Analisis voiceprint menunjukkan bahwa suara-suara kloning tersebut memiliki "karakteristik yang hampir identik" dengan aslinya. Bahkan, terdakwa mengakui telah melatih model AI mereka menggunakan rekaman audio karakter yang dicuri selama satu menit. Sebuah pengakuan yang membuktikan bahwa mereka benar-benar berada di "zona merah" pelanggaran.
Pada akhirnya, pengadilan memutuskan bahwa desain karakter Genshin dihitung sebagai karya yang dilindungi hak cipta. Lebih jauh lagi, suara-suara khas karakter tersebut berfungsi sebagai merek dagang yang telah dibangun selama bertahun-tahun, sehingga kasus ini juga masuk dalam kategori persaingan tidak sehat. Perusahaan tersebut diperintahkan untuk segera menghentikan operasinya dan membayar denda.
Kemenangan ini adalah sebuah "level up" yang langka bagi para pengembang game dalam menghadapi gelombang peniruan AI. Ini mengikuti kasus serupa di mana seluruh pengisi suara bahasa Prancis Apex Legends menolak kontrak baru yang mendorong mereka untuk mendukung AI tahun lalu. Apakah ini akan menjadi sinyal kuat bagi industri bahwa era "Wild West" kloning AI akan segera berakhir? Atau justru ini baru permulaan dari "battle royale" hukum yang lebih besar? Yang jelas, putusan ini menegaskan bahwa kreativitas dan hak cipta di dunia game adalah aset yang tak ternilai, dan para "pemain" yang mencoba mengambil jalan pintas akan menghadapi konsekuensi serius. Untuk berita terbaru seputar dunia game dan eSports, jangan lupa kunjungi esportivonews.com!







