Gawat! UK Bisa Banned Fitur Chat Fortnite Anak!

Bagoes anwar

Gawat! UK Bisa Banned Fitur Chat Fortnite Anak!

eSportivo Fortnite – Siap-siap, para gamer muda di Inggris! Sebuah berita mengejutkan datang dari pemerintah Inggris yang sedang mempertimbangkan langkah drastis: membatasi anak-anak berkomunikasi dengan orang asing di platform game populer seperti Fortnite, Roblox, Discord, dan Minecraft. Ini bukan sekadar rumor, lho. Menurut laporan The Sunday Times yang dikutip oleh esportivonews.com, Menteri Keamanan Online, Kanishka Narayan, mengindikasikan bahwa platform game bisa jadi target berikutnya dalam upaya membatasi akses remaja dari fitur online yang berpotensi berbahaya.

Langkah ini bukanlah keputusan mendadak. Ini adalah buah dari konsultasi besar pemerintah Inggris bertajuk "Growing up in the online world" yang berlangsung dari 2 Maret hingga 26 Mei 2026. Konsultasi tersebut menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari pembatasan usia untuk media sosial, situs game, chatbot AI, fitur desain yang adiktif, hingga aturan verifikasi usia yang lebih ketat. Pemerintah kini sedang menimbang-nimbang: apakah akan menerapkan larangan media sosial ala Australia untuk anak di bawah 16 tahun, atau menargetkan fitur spesifik seperti infinite scrolling, autoplay, berbagi lokasi, dan algoritma rekomendasi personal? Bagaimana jika larangan ini juga menyentuh fitur voice chat atau text chat yang selama ini menjadi jantung interaksi di dalam game?

Gawat! UK Bisa Banned Fitur Chat Fortnite Anak!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Narayan secara khusus menyoroti kekhawatiran terbesar yang muncul selama kunjungannya ke Australia: "stranger pairing." Istilah ini merujuk pada kemampuan orang dewasa untuk menghubungi anak-anak yang tidak mereka kenal melalui platform online. Menteri tersebut menegaskan bahwa isu ini "paling sering muncul dalam konteks platform game," dan menambahkan bahwa hal ini akan "sangat membebani pikiran saya saat kami memikirkan bagaimana menghentikan beberapa bahaya paling mengerikan bagi kaum muda." Ini bukan main-main, ini tentang keamanan para player cilik kita.

Kita tahu, game seperti Fortnite, Roblox, Discord, dan Minecraft adalah surga interaksi. Fitur sosial dan chat di dalamnya memungkinkan pemain berinteraksi dengan siapa saja secara online. Memang, beberapa tool ini sudah bisa dibatasi melalui parental controls atau verifikasi usia. Namun, para pejabat kini mempertimbangkan apakah pembatasan lebih lanjut diperlukan. Jika platform game benar-benar masuk daftar, ini akan melampaui larangan media sosial di bawah 16 tahun ala Australia yang hanya berfokus pada layanan yang dianggap berbahaya bagi kesehatan mental dan kesejahteraan anak. Apakah ini pertanda bahwa pemerintah melihat ancaman yang lebih besar di dunia game dibandingkan media sosial biasa?

Tentu saja, ide ini langsung memicu perdebatan sengit. Para pendukung berargumen bahwa platform game bisa mengekspos anak-anak pada risiko grooming dan bahaya keamanan lainnya. Di sisi lain, para kritikus berpendapat bahwa game tidak sama dengan media sosial yang didorong algoritma, dan justru mendukung kreativitas, pemecahan masalah, serta persahabatan. Komisioner Anak, Rachel de Souza, juga mendukung tindakan yang lebih tegas. Ia menyoroti bahwa banyak anak laki-laki tidak terlalu aktif di media sosial, melainkan menghabiskan berjam-jam bermain game. "Anak laki-laki seringkali tidak di media sosial," katanya kepada Sky News. "Mereka sering menghabiskan tiga atau empat jam sehari bermain game. Dan game-game tersebut seringkali memiliki fitur yang memungkinkan orang berusia 55 tahun di Arizona untuk datang dan berbicara dengan anak berusia sembilan tahun." De Souza menambahkan, "Saya tidak akan menyebutnya larangan anak-anak, saya akan menyebutnya larangan dan pembatasan layanan yang tidak cocok untuk di bawah delapan belas tahun."

Hingga saat ini, pemerintah Inggris belum mengonfirmasi pembatasan apa yang akan diterapkan. Tanggapan resmi mereka terhadap konsultasi ini diharapkan setelah para pejabat meninjau semua masukan yang telah disampaikan. Akankah kita melihat perubahan besar dalam cara anak-anak berinteraksi di lobby game favorit mereka? Dan bagaimana ini akan mempengaruhi masa depan esports dan komunitas gaming secara keseluruhan? Hanya waktu yang akan menjawab, tapi satu hal pasti: dunia game sedang berada di persimpangan jalan penting.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar