eSportivo Fortnite – Kabar mengejutkan datang dari kolaborasi ambisius antara Disney dan Fortnite. Menurut laporan esportivonews.com, proyek "Bulldog" yang bertujuan menciptakan semesta Disney permanen di dalam Fortnite dikabarkan mengalami penundaan. Alasannya? Kekhawatiran Disney terhadap konten buatan pengguna (user-generated content) dan implikasi penggunaan kecerdasan buatan (AI). Namun, CEO Epic Games, Tim Sweeney, membantah keras kabar tersebut.
Sweeney melalui akun X pribadinya menyebut laporan tersebut sebagai "omong kosong". Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Disney dan Epic Games, seperti kehadiran Darth Vader di Fortnite, berjalan sangat baik dan jauh lebih cepat dibandingkan kerjasama media perusahaan pada umumnya. Bahkan, Sweeney mengklaim bahwa Epic Games telah memberikan pernyataan kepada penulis artikel tersebut, namun tidak dipublikasikan.

Laporan esportivonews.com sebelumnya menyebutkan bahwa Disney merasa tidak nyaman dengan konten buatan pengguna. Proyek "Bulldog" yang digadang-gadang sebagai "Disney World virtual" di dalam Fortnite, di mana pemain bisa berinteraksi, berbelanja, dan menciptakan petualangan mereka sendiri, terancam terhambat.
Salah satu pemicunya adalah eksperimen AI Darth Vader. Meskipun menggunakan model suara yang disetujui oleh pihak James Earl Jones, pemain berhasil membuat Vader mengucapkan kata-kata kasar hanya beberapa menit setelah dirilis. Epic Games memang dengan cepat mengatasi masalah ini, namun kejadian tersebut meninggalkan kesan yang mendalam.
Selain itu, peluncuran Persona Device, yang memungkinkan kreator membuat karakter AI mereka sendiri, semakin meningkatkan kekhawatiran Disney. Pertanyaan mengenai hak cipta konten buatan pengguna, seperti tarian Spider-Man yang viral, menjadi isu krusial yang belum terselesaikan.
Meskipun target rilis semesta Disney di Fortnite masih ditetapkan pada musim gugur 2026, tekanan hukum dan kehati-hatian internal membuat tanggal tersebut terlihat tidak pasti.
- AI Darth Vader yang kontroversial: Eksperimen yang memicu perdebatan tentang penggunaan AI dan dampaknya pada konten game.
- Persona Device: Alat yang memungkinkan kreator membuat karakter AI mereka sendiri, membuka peluang baru namun juga menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta.
- Target rilis 2026: Apakah ambisi ini realistis mengingat tantangan yang dihadapi?






