Gawat! Ilmuwan menduga cuaca antariksa ekstrem di sekitar bintang-bintang jauh bisa jadi penyebab kita belum menerima sinyal dari alien. Gangguan ini bisa mengacaukan transmisi radio, bikin sinyalnya jadi ambyar sebelum sampai ke Bumi.
Penelitian terbaru di The Astrophysical Journal mengungkap aktivitas bintang bisa memelintir gelombang radio dari peradaban luar angkasa. Alhasil, sinyal jadi sulit dideteksi. Angin bintang, turbulensi plasma, dan erupsi seperti lontaran massa korona bisa berinteraksi dengan gelombang radio dan menyebarkan energinya ke berbagai frekuensi.

Sinyal yang tadinya rapi dan sempit bisa jadi melebar dan melemah. Bahkan, bisa jadi di bawah ambang deteksi yang digunakan dalam pencarian SETI. Peneliti SETI bilang, sinyal yang terdistorsi ini bisa lolos dari sistem deteksi yang ada.
Untuk menguji teori ini, ilmuwan menganalisis bagaimana transmisi radio dari pesawat ruang angkasa di tata surya kita dipengaruhi oleh aktivitas Matahari. Mereka lalu membuat model bagaimana sinyal bisa berperilaku di sistem bintang lain dengan lingkungan yang lebih ekstrem.
Hasilnya? Bintang katai merah yang aktif bisa mendistorsi sinyal secara dramatis. Transmisi radio bisa melebar sehingga tidak lagi menyerupai sinyal sempit yang jadi target pencarian alien saat ini.
Temuan ini bukan berarti komunikasi alien tidak mungkin. Justru, ilmuwan mungkin perlu memikirkan ulang cara mencari sinyal dengan menyesuaikan metode deteksi untuk memperhitungkan sinyal yang terdistorsi.
Meskipun kontak dari luar angkasa terdengar seperti fiksi ilmiah, kemunculan 3I/ATLAS di tahun 2025 mendorong ilmuwan untuk mendesak PBB agar bersiap menghadapi segala kemungkinan.






