Esportivonews.com – Dunia kompetitif Call of Duty tengah diguncang kabar mengejutkan. Donovan "Temp" Laroda, salah satu sosok veteran yang dikenal luas di skena profesional, dilaporkan telah ditangkap oleh pihak kepolisian di Texas, Amerika Serikat. Penangkapan ini berkaitan dengan tuduhan serius mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan cedera fisik yang parah.
Berdasarkan catatan kepolisian yang berhasil dihimpun, pria berusia 27 tahun tersebut menjadi target operasi kepolisian setelah adanya laporan insiden yang terjadi pada pertengahan Oktober. Nama besar Temp, yang telah menghiasi berbagai tim papan atas dalam sejarah Call of Duty League (CDL), kini justru terseret dalam pusaran kasus hukum yang sangat serius.

Laporan dari Departemen Kepolisian Irving mengungkapkan bahwa insiden ini bermula pada dini hari sekitar pukul 04.08 waktu setempat. Awalnya, petugas kepolisian menerima laporan mengenai adanya dugaan konflik domestik yang sedang berlangsung. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, situasi berkembang menjadi pemeriksaan kesejahteraan (welfare check) untuk memastikan kondisi korban.
Setelah melakukan investigasi lebih lanjut dan menerima keterangan dari pelapor di tempat kejadian, pihak berwenang akhirnya mengeluarkan surat perintah penangkapan. Temp dijerat dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dengan penganiayaan berat yang menyebabkan cedera tubuh serius (Domestic Violence Aggravated Assault causing Serious Bodily Injury). Di bawah hukum negara bagian Texas, tuduhan ini dikategorikan sebagai kejahatan tingkat dua (second-degree felony).
Selain penangkapan tersebut, laporan polisi juga mencatat adanya penyitaan barang bukti berupa satu unit senjata api jenis Glock 17 beserta dua magasin. Meski demikian, dokumen resmi belum merinci apakah senjata api tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan tindakan penganiayaan yang dituduhkan kepada Temp. Hingga saat ini, detail mengenai kronologi luka yang dialami korban masih belum dibuka secara luas ke publik.
Kasus ini menjadi perhatian besar bagi komunitas esports global, mengingat rekam jejak karier Temp yang sangat cemerlang. Ia merupakan pemain berpengalaman yang pernah membela tim-tim raksasa seperti New York Subliners, Los Angeles Thieves, Paris Legion, hingga Las Vegas Legion. Terakhir, ia diketahui aktif berkontribusi di skena Call of Duty Challengers sebagai pelatih untuk tim Telluride Bush Gaming.
Jika terbukti bersalah di pengadilan, Temp menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat. Berdasarkan undang-undang di Texas, pelaku kejahatan tingkat dua dapat dijatuhi hukuman penjara mulai dari dua hingga 20 tahun, serta denda finansial yang mencapai angka $10.000 atau sekitar Rp150 juta lebih. Saat ini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun perwakilan hukum sang pemain terkait kasus yang mencoreng nama baiknya tersebut.







