eSportivo Fortnite – Dunia game kembali dihebohkan dengan berita yang mengguncang: Build a Rocket Boy (BARB), studio yang didirikan oleh Leslie Benzies, mantan presiden Rockstar North dan otak di balik kesuksesan epik Grand Theft Auto, dikabarkan akan segera menutup pintunya. Kabar ini datang setelah periode penuh gejolak dan kritik pedas terhadap game andalan mereka, MindsEye, serta serangkaian pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tak terhindarkan. Apakah ini pertanda bahwa bahkan nama besar sekalipun tak menjamin kesuksesan di medan perang industri game yang brutal?
Beberapa karyawan BARB telah mengumumkan kepergian mereka dari perusahaan melalui platform profesional, memicu spekulasi yang semakin memanas. Laporan dari Kotaku, yang mengutip sumber-sumber terpercaya, bahkan mengklaim bahwa studio tersebut akan menutup operasinya secara permanen. Ini bukan sekadar gelombang PHK biasa, melainkan sinyal "game over" yang lebih definitif bagi sebuah studio yang pernah digadang-gadang akan menjadi bintang baru.

Di antara mereka yang mengumumkan kepergiannya adalah desainer level Liam Shannon, analis QA Elizabet Tyaneva, manajer rilis Michaela Emslie, dan analis QA produksi Cameron Deaves. Namun, sebuah unggahan dari Dan Hawkins, Principal Talent Acquisition Partner, memberikan gambaran yang lebih suram dan mengindikasikan situasi yang jauh lebih serius daripada sekadar restrukturisasi.
"Dengan berat hati saya mengibarkan bendera hijau saya, bersama dengan rekan-rekan saya di Build a Rocket Boy. Saya ‘Terbuka untuk Bekerja’ dan secara aktif mencari petualangan baru," tulis Hawkins. Ia menambahkan bahwa dirinya akan "mendampingi BARB hingga akhir" sembari membantu "menyelesaikan segala urusan" di departemen HR. Pernyataan ini menjadi kisi-kisi kuat bahwa studio tersebut memang sedang dalam proses penggulungan tikar, bukan sekadar menghadapi tantangan sementara.
MindsEye sendiri diluncurkan dengan ekspektasi tinggi, sebagian besar berkat reputasi Leslie Benzies yang legendaris sebagai produser di banyak judul Grand Theft Auto. Namun, setelah rilis, game tersebut justru dihantam kritik tajam dari berbagai penjuru. Build a Rocket Boy sempat berupaya menyelamatkan keadaan dengan mengumumkan berbagai pembaruan dan perubahan, termasuk update terakhir pada 12 Agustus 2026 yang menambahkan mode balapan multipemain. Namun, tampaknya upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Ini adalah pengingat pahit bahwa warisan gemilang di masa lalu tidak selalu menjadi jaminan kesuksesan di masa kini.
Menanggapi situasi ini, Independent Workers’ Union of Great Britain (IWGB) juga mengeluarkan pernyataan, menawarkan solidaritas dan dukungan kepada semua pihak yang terdampak. "Kami tidak bisa memberikan wawasan lebih lanjut mengenai hilangnya pekerjaan yang memilukan di BARB, sebuah perusahaan yang kami pikir telah perlahan-lahan terpuruk untuk waktu yang lama," ujar Ben Newbon, Wakil Ketua IWGB Games Worker Union, seperti dilansir oleh esportivonews.com. Serikat pekerja tersebut juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti perlakuan manajemen Build a Rocket Boy terhadap para pekerjanya. Kasus ini juga membuka mata tentang pentingnya perlindungan pekerja di industri game yang seringkali brutal dan penuh tekanan.







