eSportivo Fortnite – Dunia looksmaxxing diguncang! Braden Peters, yang lebih dikenal dengan nama Clavicular, baru saja kehilangan dua channel YouTube-nya tanpa peringatan sama sekali. Kabar ini tentu saja membuat para penggemarnya bertanya-tanya.
Pada tanggal 22 April 2026, para fans Clavicular terkejut saat mendapati channel YouTube sang idola menghilang begitu saja. Bloomberg melaporkan bahwa YouTube telah mengkonfirmasi penghapusan dua channel yang terkait dengan Clavicular. Sebelumnya, pada November 2025, YouTube juga telah menghapus kontennya karena dianggap "memfasilitasi akses ke situs web yang melanggar kebijakan terkait barang atau jasa ilegal."

Clavicular, yang baru berusia 20 tahun, akhirnya buka suara mengenai "berita yang sangat menyedihkan" ini melalui sebuah postingan di X. Ia mengatakan bahwa channel-nya telah dihapus tanpa "peringatan atau penjelasan."
Clavicular membela diri, mengklaim bahwa video-videonya tidak melanggar persyaratan layanan YouTube. Ia menjelaskan bahwa kontennya berisi "kursus gratis yang saya buat untuk memberdayakan para pemuda agar menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri."
"Saya dan tim saya bekerja keras untuk memastikan kami mengikuti TOS YouTube dengan sangat ketat, mengaburkan semua bahasa yang tidak pantas dan topik sensitif. Bisakah Anda membantu memulihkan akun saya?" pintanya.
Clavicular memang sedang naik daun dalam beberapa bulan terakhir. Ketenarannya dimulai di platform streaming Kick pada Februari 2026, dengan klip-klip dari siarannya kemudian menyebar ke X. Kontennya sebagian besar berfokus pada looksmaxxing, yaitu praktik meningkatkan penampilan fisik seseorang, seringkali secara ekstrem.
Metode-metodenya yang kontroversial telah menarik perhatian media mainstream, seperti 60 Minutes, yang mewawancarainya pada pertengahan April. Namun, wawancara tersebut berakhir lebih cepat karena sang influencer tiba-tiba pergi.
Penghapusan channel YouTube-nya ini terjadi setelah ia dilaporkan overdosis saat melakukan streaming langsung di sebuah klub malam pada tanggal 14 April. Keesokan harinya, setelah dirawat di rumah sakit, ia kembali melakukan streaming dan berjanji untuk berhenti menggunakan zat-zat terlarang.
"Saya pikir saya harus mencari tahu hal lain. Saya harus berlatih mogging dalam keadaan sadar, atau mencari bentuk konten baru," ujarnya.
Terkait dengan kejadian ini, esportivonews.com masih berusaha menghubungi pihak YouTube untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!







