CEO Wardogs: Anti-Lembur? Auto-GG di Rekrutmen!

Bagoes anwar

CEO Wardogs: Anti-Lembur? Auto-GG di Rekrutmen!

eSportivo Fortnite – Dunia game kembali digemparkan dengan sebuah pernyataan berani dari Joe Brammer, CEO studio Bulkhead yang sukses besar dengan game terbarunya, Wardogs. Bayangkan ini seperti sebuah "meta game" baru dalam rekrutmen developer: jika kamu vokal menentang budaya "crunch" atau lembur di media sosial, pintu Bulkhead mungkin tertutup rapat untukmu. Pernyataan kontroversial ini muncul setelah Wardogs, yang baru saja memasuki fase early access, berhasil menembus angka 2 juta penjualan di akhir pekan pembukaannya, sebuah victory royale yang luar biasa meskipun sempat dihantam review-bomb di Steam akibat masalah antrean saat peluncuran. Apakah ini strategi "high-risk, high-reward" yang patut ditiru, atau justru akan memicu badai di komunitas developer?

Brammer, yang juga menjabat sebagai produser eksekutif Wardogs, secara terbuka mengungkapkan kepada Christopher Dring dari The Game Business bahwa timnya secara rutin memeriksa akun media sosial para pelamar kerja. Jika seseorang secara konsisten mengunggah pesan anti-crunch, peluang mereka untuk bergabung dengan Bulkhead akan menipis. "Ini adalah tempat di mana Anda datang untuk bekerja keras," tegas Brammer. "Jika Anda peduli dengan karya yang Anda buat dan hasilnya, Anda akan merasa sangat dihargai. Jika tidak, Anda akan merasa seperti diperbudak." Sebuah filosofi yang mungkin terdengar keras, namun Brammer percaya ini adalah cara untuk menemukan tim yang benar-benar selaras dengan etos kerja studio. Apakah "zona aman" kerja keras ini benar-benar menjamin kebahagiaan dan produktivitas jangka panjang?

CEO Wardogs: Anti-Lembur? Auto-GG di Rekrutmen!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Dalam pembelaannya, Brammer tidak menyembunyikan fakta bahwa "crunch" memang terjadi di Bulkhead, meskipun mereka selalu berusaha menghindarinya. "Banyak orang mungkin memiliki masalah dengan crunch… dan saya memahami itu. Kami selalu mencoba menghindarinya, tetapi kami tidak menyembunyikan bahwa ini akan terjadi pada suatu saat," jelasnya. Namun, ia menambahkan sebuah poin penting: "Jika kami adalah perusahaan yang mengatakan ‘Kami melakukan crunch,’ maka Anda harus mendapatkan sesuatu sebagai imbalannya." Lalu, seperti apa "epic loot" yang dijanjikan di balik kerja keras ini?

Menurut laporan The Game Business, karyawan yang memiliki saham di Bulkhead berhak menerima bonus signifikan ketika sebuah game seperti Wardogs meraih sukses. Brammer bahkan menyebutkan bahwa bonus tersebut bisa cukup besar untuk membantu developer junior mengumpulkan uang muka untuk membeli rumah. Ia mengklarifikasi bahwa "tidak semua orang mendapatkan bonus, tetapi ketika orang mendapatkannya, mereka mendapatkan bonus yang berarti." Sebuah iming-iming yang menarik, bukan? Namun, apakah "Victory Royale" finansial ini sepadan dengan "zona badai" kerja keras yang harus dilalui?

Menariknya, di balik kebijakan yang tegas ini, Bulkhead memiliki sejarah yang cukup bergejolak. Selama lima tahun terakhir, studio ini selalu melakukan PHK setiap tahunnya. Namun, Brammer menyatakan bahwa tahun ini akan menjadi yang pertama tanpa adanya PHK. Sebuah comeback yang patut dicatat, terutama mengingat Bulkhead dinobatkan sebagai salah satu "Tempat Kerja Terbaik di Inggris" oleh GamesIndustry.biz pada tahun 2023 dan 2024. Bagaimana sebuah studio bisa melakukan "comeback" dari badai PHK ke puncak penghargaan, di tengah kebijakan rekrutmen yang begitu spesifik?

Fenomena "crunch" sendiri bukanlah hal baru di industri game. Laporan dari esportivonews.com sebelumnya juga menyoroti bagaimana developer GTA 6 dikabarkan bekerja hingga pukul 3 pagi pada Mei 2026. Ini menunjukkan bahwa isu jam kerja ekstrem adalah tantangan global yang terus membayangi. Pernyataan CEO Wardogs ini tentu saja menambah lapisan kompleksitas pada perdebatan tersebut. Apakah ini hanya "early game" dari perdebatan yang lebih besar di dunia game tentang keseimbangan kerja dan kehidupan, ataukah ini adalah sebuah "power play" yang akan mengubah cara studio merekrut talenta di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar