eSportivo Fortnite – Waktu terus berjalan, dan di dunia Marvel Cinematic Universe (MCU), sepertinya ada "bug" besar yang bikin para fans geleng-geleng kepala! Proyek reboot Blade yang sudah dinanti-nantikan, dengan Mahershala Ali sebagai pemburu vampir legendaris, ternyata "game over" sebelum sempat "drop" ke layar lebar. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Ali setuju 100% dengan bos besar Marvel, Kevin Feige, yang merasa seperti "pecundang" atas kegagalan epik ini. Ini bukan sekadar kekalahan biasa, ini adalah "epic fail" yang bikin kita bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik layar? Mungkinkah ada "lore" tersembunyi di balik keputusan ini?
Ingat kan, di tahun 2019, euforia meledak saat Mahershala Ali, aktor peraih dua Oscar, diumumkan sebagai Blade baru MCU? Kita semua sudah siap untuk melihat aksi "finishing move" dari sang Daywalker. Tapi, empat tahun berlalu, dan proyek ini tak kunjung "spawn". Dalam wawancara eksklusif dengan GQ yang dikutip dari esportivonews.com, Ali mengaku masih bingung kenapa proyek ini "gagal misi" padahal dia sudah "farming" persiapan selama setahun penuh!

Ketika ditanya kenapa Blade tak jadi kenyataan, Ali langsung "mengoper bola" ke Marvel. "Itu pertanyaan untuk Kevin Feige," tegasnya. "Mereka punya aktor peraih dua Oscar di bawah kontrak, dan mereka punya miliaran dolar. Itu pertanyaan untuk mereka, kenapa ini tidak terjadi." Ali menambahkan, "Sampai hari ini, saya tidak tahu kenapa ini tidak terjadi." Ini seperti seorang pemain pro yang sudah siap "push rank", tapi timnya malah "AFK" di markas! Apakah ini pertanda "glitch" dalam sistem produksi Marvel?
Interviewer Zach Baron kemudian mengungkit komentar Feige sebelumnya, di mana bos Marvel itu mengaku merasa seperti "pecundang besar dan gagal" karena tidak bisa mewujudkan Blade bersama Ali. Dan apa respons Ali? "Saya setuju dengannya," kata Ali. "Saya setuju dengannya 100%. 100%. Dia memang seharusnya merasa seperti itu." Sebuah "burn" yang telak, bukan? Ini bukan sekadar kekecewaan, ini adalah validasi bahwa ada yang salah besar di "meta" produksi Marvel.
Ali kemudian membocorkan seberapa besar "effort" yang dia curahkan untuk menjadi Blade. "Saya berlatih selama setahun," ungkapnya. "Saya berlatih sangat keras sampai lutut saya cedera." Bayangkan, dia sudah "grinding" skill pedang dan berbagai seni bela diri, siap untuk "battle royale" melawan vampir! Tidak hanya itu, Ali juga "relocate" keluarganya ke Atlanta sebagai persiapan syuting. Tapi apa yang terjadi? "Kami di sana menunggu untuk mulai, dan mereka terus menunda, menunda, menunda, dan akhirnya tidak terjadi," keluhnya. Ini seperti sudah siap "landing" di zona aman, tapi pesawatnya malah "crash" di tengah jalan.
Kegagalan proyek ini juga "mengganggu" jalur karier Ali di luar Marvel. Melihat jumlah film yang ia bintangi sejak memenangkan Oscar keduanya untuk Green Book, Ali mengatakan Blade "jelas berdampak pada bagaimana segala sesuatu terungkap dalam lintasan karier Anda." Dia tidak hanya "standby" jadwalnya untuk Marvel, tetapi secara aktif mempersiapkan diri. "Saya mengerjakannya," kata Ali. "Saya melakukan apa yang perlu saya lakukan untuk mempersiapkan diri. Itu saja tidak terjadi." Apakah ini akan menjadi "debuff" permanen bagi reputasi Marvel, atau mereka bisa "buff" kembali kepercayaan fans dengan proyek lain? Ini adalah "quest" yang harus dijawab Marvel.
Ali pertama kali mendekati Marvel tentang Blade pada tahun 2019 sebelum diumumkan di San Diego Comic-Con musim panas itu. Proyek ini kemudian menghabiskan bertahun-tahun dalam pengembangan tanpa pernah sampai di depan kamera. Sebuah "plot twist" yang tak terduga, bukan? Kita hanya bisa berharap, semoga "patch update" Marvel berikutnya bisa lebih stabil dan tidak ada lagi "glitch" sebesar ini yang menghancurkan harapan para fans. Akankah Blade bisa "respawn" di masa depan dengan strategi yang berbeda? Hanya waktu yang akan menjawabnya.







