eSportivo Fortnite – Dunia maya seringkali menjadi panggung bagi drama, namun kali ini, skenario paling gelap terungkap di dunia nyata. Stephen McCullagh, seorang YouTuber berusia 36 tahun, yang divonis bersalah atas pembunuhan keji terhadap kekasihnya yang sedang hamil, kini hidup dalam ketakutan di balik jeruji besi. Ironisnya, alibi yang ia bangun dengan cermat menggunakan siaran langsung palsu Grand Theft Auto, kini tak lebih dari "epic fail" yang menjebaknya, dan ia pun mengajukan banding atas vonis seumur hidupnya.
McCullagh dijatuhi hukuman di Pengadilan Mahkota Belfast pada 3 Juni lalu atas pembunuhan Natalie McNally, yang saat itu mengandung 15 minggu, di kediamannya di Lurgan, Irlandia Utara, pada Desember 2022. Vonis seumur hidup yang diterimanya menetapkan masa tahanan minimal 31 tahun sebelum ia dapat mempertimbangkan pembebasan bersyarat. Kini, Layanan Penuntutan Umum di Irlandia Utara telah mengonfirmasi bahwa banding terhadap hukuman tersebut telah diajukan.

Kasus ini menjadi sorotan utama sejak McCullagh dinyatakan bersalah pada Maret lalu setelah persidangan selama lima minggu. Para juri disuguhkan detail bagaimana ia mencoba membangun "gameplan" sempurna: menggunakan rekaman siaran langsung Grand Theft Auto yang sudah direkam sebelumnya untuk menciptakan ilusi bahwa ia berada di rumah saat McNally dibunuh. Sebuah taktik yang dirancang untuk mengelabui, seolah-olah ia sedang "bermain game" saat kejahatan itu terjadi.
Para ahli kepolisian kemudian membongkar "strategi" busuk ini. Siaran enam jam yang diklaim McCullagh sebagai "live gaming broadcast" pada 18 Desember 2022, lengkap dengan alasan teknis mengapa ia tidak bisa berinteraksi dengan penonton, ternyata telah direkam empat hari sebelumnya. Hakim Mr Justice Kinney bahkan menyebut siaran langsung palsu yang direkayasa ini sebagai bagian "integral" dari rencana pembunuhan McCullagh, menunjukkan betapa liciknya upaya sang YouTuber untuk memanipulasi realitas.
Namun, di dalam "arena" penjara, McCullagh menghadapi "meta" yang jauh lebih brutal. Banding yang diajukannya datang di tengah laporan bahwa ia telah dicap sebagai "pria paling dibenci" di penjara dan memiliki "target di punggungnya." Menurut laporan The Mirror yang dikutip oleh esportivonews.com, para narapidana di Penjara Maghaberry yang berkeamanan tinggi telah memasukkan nama YouTuber ini ke dalam "daftar buronan" internal mereka. Alasannya jelas: membunuh wanita hamil adalah pelanggaran kode etik tak tertulis yang paling parah di antara para penjahat sekalipun, menciptakan "situasi keamanan yang rumit" bagi pihak penjara.
"Satu hal yang tidak disukai para narapidana adalah melukai anak-anak tak berdosa," kata seorang sumber. "Beberapa serangan terburuk di sini (Maghaberry) adalah terhadap pembunuh anak dan pelaku pelecehan anak. Dan Anda harus memahami, sisi kemanusiaan berarti staf tidak akan mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri untuk campur tangan demi orang-orang seperti itu. Karena McCullagh membunuh wanita hamil, ia masuk dalam kategori tersebut." McCullagh dilaporkan ditahan di sayap rumah sakit Moyola untuk perlindungannya sendiri, sebuah unit terpisah yang menampung sekitar 19 narapidana berprofil tinggi.
Upaya banding bagi para YouTuber yang divonis karena kejahatan belakangan ini memang tidak berjalan mulus. Contoh paling nyata adalah Johnny Somali, yang dijatuhi hukuman 6 bulan kerja paksa di Korea Selatan dan upaya bandingnya untuk mendapatkan pengurangan hukuman ditolak. Akankah "respawn" hukum McCullagh ini berhasil, ataukah ia akan terus terjebak dalam "game over" yang ia ciptakan sendiri? Kisah ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik layar digital, konsekuensi dunia nyata bisa jauh lebih kejam daripada game mana pun.







